Monday, July 31, 2017

MASKER NATURGO SHISEIDO TERNYATA PALSU?

Kegiatan sehari full di luar, schedule penuh kemana-mana kerjaan ngga kelar-kelar. Sampai rumah sorenya masih harus nyiapin makan malem, bersih-bersih baru bisa merem. Siapa yang hariannya ngalamin ini? Penat ya? Kangennyaa sama kasur aja, liat kasur bawaannya pengen tidur, tapi tunggu dulu.

Disibukkan oleh berbagai kegiatan di luar pastinya banyak kotoran-kotoran yang nempel di kulit, termasuk debu polusi yang akan menimbulkan masalah bagi kulit, terutama wajah.Ternyata ada beberapa kebiasaan harus perempuan lakukan sebelum tidur untuk mencegah timbulnya masalah bagi kulit wajah. Kebiasaan baik tersebut diantaranya adalah membersihkan make up dan memakai masker wajah.[1] Entah mau pakai masker wajah warna putih, kuning, ijo, item, coklat; pokoknya apa aja yang penting pakai masker wajah. Membiarkan kulit wajah berselimut masker ­–walaupun sebentar- ternyata sangat baik bagi kulit, karena dapat membantu mencegah timbulnya jerawat, menghaluskan, mencerahkan, dan mungkin efek positif lain baginya. Rasanya relax banget kalau pakai masker sambil denger musik klasik atau yang berbau akustik.

Perlu diperhatikan, ada yang mungkin alih-alih relax malah justru merasa gatal, panas, kering, atau perih. Hal ini bisa saja terjadi dan banyak faktor penyebabnya. Nah, untuk menghindari ini ada baiknya kita tahu produk yang kita pakai, asli (aman) atau abal-abal. Kali ini saya mau share pengalaman pribadi tentang -asli atau palsu- salah satu masker yang sudah tidak asing lagi, n-a-t-u-r-g-o. 
Naturgo yang ada tulisannya SHEISIDO ini ternyata merupakan salah satu dari 32.000 produk kosmetik berbahaya dan ilegal yang disita oleh BPOM.[2] Keterangan lengkap bisa klik di sini.
Kelihatan kan ya yang di tengah itu? Gambar ini aku ambil screnshoot dari kompas.tv detik ke 0:13.

Aku punya komedo yang banyak banget, apalagi di sekitar hidung. Komedo ini mengganggu sekali. Akhirnya aku coba googling masker apa yang bisa dipakai untuk mengangkat komedo. Ketemu, Naturgo, tanpa pikir panjang langsung beli. Waktu itu aku beli online di salah satu lapak online. Satu box isi 10 sachet harganya 12 ribu atau 17 ribu, aku lupa. Paketan dateng, seneng banget, “Akhirnya bisa angkat nih komedo-komedo” batinku. Hari-hari pakai ini masker alhamdulillah ngga ada efek negatif. Nah sekitar pertengahan Juli lalu aku kepingin pakai masker ini lagi. Kali ini q beli di toko kecantikan di daerah Wates. Harganya beda, di toko ini 1 sachetnya 5 ribu, kalau belinya 1 box 45 ribu. Harganya beda jauh ya sama yang pernah aku beli online? Hampir 4 kali lebih mahal. Spontan aku bilang ke mbak nya, “Mbak aku dulu pernah beli harganya 12 ribu 1 box.” Mbak nya langsung nyaut “Oh mungkin itu yang palsu, kalau yang ini asli.”

Asli? Palsu?

Jadi selama ini aku pakai masker palsu di mukaku yang asli. Akhirnya beli juga dan aku bawa pulang. Kebetulan di rumah masih ada 1 masker naturgo yang lama, aku bandingkan keduanya, memang beda.

Ada perbedaan yang keliatan jelas banget. Aku sebut “a” asli dan “p” palsu ya, biar gampang. Pertama, kemasan box yang p lebih panjang sedikit dari yang a. Kedua, warna kemasan p orange agak kemerahan kalau yang a cenderung gold. Ketiga, tanggal produksi. Tanggal produksi a ada di samping kanan kemasan, sementara p ada di bawah. Ada yang bikin aku kaget waktu beli a karena tanggal yang tercantum di sana 20170508 aku pikir ini tanggal expired, kalau di kemasan tertulis 8 Mei 2017 sementara aku beli bulan Juli, berarti maskernya kadaluarsa dong. Langsung aku konfirmasi ke mbak nya yang kebetulan aku mintain kontaknya sebelum keluar dari toko. Ternyata itu tanggal produksi dan masa expired nya adalah 2 tahun setelah itu. Ada yang lebih mengejutkan lagi waktu aku nulis ini, aku baca beberapa review dan nemuin kejanggalan yang lain tentang tanggal ini –entah tanggal produksi atau tanggal expired.

Review itu aku lihat dari sebuah blog yang kalian bisa klik di sini. Tertulis “...betapa kagetnya kami bahwa produk yang kami dapatkan tertera tahun 2016 bulan Juni, meski kaget kami berusaha untuk tidak langsung mengkonfrontasi seller-nya. Kami cek keseluruhan barang yang sempat kami terima dan dari satu produk yang sama yaitu Naturgo terdapat 2 tanggal yang berbeda yaitu yang awalnya bertahun 2016 dan yang satu lagi bertahun 2019.

Hello??? Tanggal produksi di tahun 2019? Artinya, produk ini dikirim dari masa depan hahaha, jadi inget doraemon.

Perbedaan keempat, strib untuk membantu membuka kemasan sachet a ada di pojok kanan bawah, sementara yang p ada dua –kanan kiri- di bagian atas kemasan. Kelima, sealer-an a ini lebih meyakinkan dari pada yang p.

Ada satu hal yang menarik lagi yaitu kedua kemasan ini tulisannya sama-sama huruf Jepang, yang bisa terbaca dalam bahasa Indonesia hanya Shiseido. Buat yang penasaran tentang Sheseido bisa klik di sini. Atau klik Shiseido Indonesia, di sana terdapat banyak informasi yang dapat kalian ketahui mulai dari asal usul nama, sejarah, katalog produk lengkap, dan juga pembelian secara online. Shiseido telah memiliki sejarah yang panjang, sejak tahun 1872. Bukan hanya sekedar merk kecantikan, selama lebih dari 140 tahun Shiseido selalu memberikan inspirasi untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dengan menghasilkan produk terbaik dan bertahan sebagai pemimpin di bidang kecantikan dan perawatan kulit.

Gambar ini aku ambil screnshoot dari Shiseido Indonesia. Kalian bisa lihat sendiri produk masker termurah Shiseido yaitu The Skincare Purifying Mask, seharga Rp485.000,00 / 75ml. Logikanya nggak mungkin Shiseido jualan masker yang harganya cuma 45 ribu, bahkan 12 ribu.

Alhamdulillah dapet pencerahan sebelum aku pakai lebih banyak lagi. Mungkin sekarang ngga ada efek yang begitu terasa, tapi jangka panjang siapa yang tau. Lebih baik menghindari setelah tau informasinya. Tulisan ini tidak bermaksud merugikan siapapun. Sekedar share pengalaman, semoga bermanfaat. Salam, Arifah Itsnaini.



[1] Rio Apinio, 10 Kebiasaan yang Harus dilakukan Wanita pada Malam Hari, Liputan6.com:Jakarta, 22 Januari 2015
Continue reading MASKER NATURGO SHISEIDO TERNYATA PALSU?

Tuesday, July 11, 2017

Jambu kristal



Jambu kristal merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak, ditemukan pada tahun 1991 di District Kau Shiung - Taiwan. Jambu kristal diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1991 oleh Misi Teknik Taiwan. Jambu kristal sebetulnya tidak benar-benar tanpa biji tetapi jumlah bijinya kurang dari 3% dari bagian buah. Sebelum jambu kristal diperkenalkan di Indonesia sudah terlebih dahulu ditemukan jenis jambu tanpa biji lainnya yaitu jambu sukun. Jenis jambu sukun merupakan jenis jambu biji tanpa biji yang hampir nirbiji (tanpa biji). Namun, produktivitasnya rendah sehingga kurang ekonomis bila dikebunkan secara komersial. Rendahnya produktivitas tersebut karena biji merupakan penyedia energi untuk pembesaran buah sementara ketika tanpa biji, buah menjadi gampang rontok. Berbeda dengan jambu kristal yang mempunyai beberapa keistimewaan dibanding jambu lain. Berikut ini adalah gambaran dan struktur jambu kristal secara umum:
Tanaman berbuuah sepanjang tahun secara terus menerus.
- Produksi buah dalam sekali berbuah berkisar 15 - 30 buah
- Pada usia tanaman 2 tahun per tanaman dapat menghasilkan 70 - 80Kg per 6 bulan. 
- Bobot rata-rata buah 500 gram bahkan ada yang mencapai 900gram.
- Bentuk buah simetris sempurna.
- Kulit hijau mulus dengan lapisan lilin yang tebal sehingga buah sulit ditembus hama.
- Kadar kemanisan mencapai 11 - 12 Briks.
Pohon jambu kristal juga  cepat beradaptasi dengan lingkungannya termasuk saat kondisi kering.

Diambil dari http://cilengkobuahtropiskm7.blogspot.co.id/2013/09/jambu-kristal.html
Continue reading Jambu kristal

Friday, November 8, 2013

strategi pembelajaran

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM


 1. PEMBELAJARAN TERPADU
A.   Definisi
Pembelajaran merupakan serangkaian aktivitas untuk membantu mempermudah seseorang belajar,sehingga terjadi belajar secara optimal “ instruction is a human undertacking whose purpose is to help people learn....Instruction is a set of events that effect learners in such away that learning is facilitated. (Gagne ,et al 1992:3)
Secara umum pembelajaran terpadu memiliki kesamaan dengan pembelajaran biasa,non terpadu,yang membedakan nya secara mendasar adalah pembelajaran terpadu  dalam pengemasan materi belajar nya tidak mengikuti struktur suatu displin ilmu atau mata pelajaran tertentu,tapi terjadi lintas bahasan bidang studi/topik bahasan yang di padukan oleh suatu fokus tertentu.
Strategi Pembelajaran :
Strategi sebagai suatu seni dan ilmu untuk membawakan pengajaran di kelas sehingga tujuan yang telah di tetapkan dalam kurikulum bisa di capai secara efektif dan efisien. Pendekatan pembelajaran pendekatan ekspositoric atau teacher centered dan pendekatan heuristic atau student centered.
B.  Ciri – ciri dalam pembelajaran terpadu ,yaitu :
1)      Berpusat pada anak
2)      Memberikan pengalaman langsung
3)      Penyajian berbagai konsep mata pelajaran dalam satu proses pembelajaran.
4)      Fleksibel artinya tidak mengikuti pola bahasan yang ada pada struktur mata pelajaran,penggunaan tema yang bervariasi,dalam pemilihan  dan penggunaan media dan metode pembelajaran
5)      Hasil belajar dapat berkembang sesuai minat dan kebutuhan anak.

C.  Langkah-langkah Pembelajaran bisa dibagi atas tiga tahapan, yaitu :
1)      Tahap pendahuluan terdiri dari tiga kegiatan yaitu:
1)      Menjelaskan secara singkat tentang isi pembelajaran
2)      Menjelaskan relevansi isi pembelajaran baru dengan materi yang lalu
3)      Menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2)      Tahap penyajian (Kegiatan inti) terdiri dari tiga langkah kegiatan yaitu :
1)      Menyampaikan materi pelajaran
2)      Memberikan contoh untuk memperjelas uraian
3)      Mengadakan latihan untuk memperkuat penerimaan siswa
3)      Tahap penutupan terdiri dari dua tahap kegiatan yaitu :
1)      Membuat rangkuman materi
2)      Mengadakan tes dan umpan balik
3)      Memberikan tindak lanjut

D.  Metode  dalam pembelajaran terpadu
Dalam langkah ataupun memberikan pembelajaran ada beberapa cara,yaitu :
Metode sebagai  cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus tertentu.
1)      Metode ceramah yaitu penuturan bahasan/materi pelajaran secara lisan oleh guru kepada sekelompok siswa
2)      Metode tanya jawab yaitu bentuk komunikasi dua arah yang memungkinkan terjadinya dialog antara guru dan siswa.
3)      Metode diskusi yaitu tukar menukar informasi,pendapat, dan unsur-unsur pengalaman secara teratur ,untuk mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama
4)      Metode latihan membentuk keterampilan atau ketangkasan atas apa yang telah dipelajari.
5)      Metode demonstrasi dan eksperimen yaitu dua hal yang berbeda tapi memiliki kesamaan.

E.  Penerapan  Pembelajaran Terpadu
1)      Berpusat pada anak
Pembelajaran di rancang dengan memperhatikan aspek anak di tinjau dari segi tujuan dan proses pembelajaran.
2)      Pengalaman langsung
Dalam pembelajaran Terpadu peserta didik diberikan peluang yang besar untuk memperoleh pengalaman langsung atas materi yang dipelajari nya.
3)      Pemisahan mata pelajaran yang tidak jelas
4)      Penyajian beberapa mata pelajaran dalam satu proses pembelajaran
5)      Fleksibel
6)      Bermakna dan utuh
7)      Mempertimbangkan waktu dan ketersediaan waktu
8)      Tema terdekat dengan anak
9)      Pencapaian kompetensi dasar bukan tema



Sumber : Pembelajaran Terpadu karya Dr. Deni Kurniawan,M.Pd





2. Model  Pembelajaran PAKEM (Partisipatif,Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)
A.       Definisi PAKEM
PAKEM merupakan model pembelajaran dan menjadi pedoman dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan pelaksanaan pembelajaran PAKEM,diharapkan berkembanganya berbagai macam inovasi kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran  yang partisipatif,aktif,kreatif,efektif dan menyengkan. PAKEM  sendiri berasala dari konsep  bahwa pembelajaran harus berpusat pada ( student-centered learning ) dan pembelajaran harus menyenangkan (learning is fun ), agar mereka termotivasi untuk terus belajar sendiri tanpa diperintah dan agar mereka tak terbebani atau takut. Dalam model PAKEM ini, guru di tunutu untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang dapat melibatkan siswa melalui :
1.      Pembelajaran Partisipatif
            Pembelajaran Partisipatif yaitu pembelajaran yang melibtkan siswa dalam kegiatan pembelajaran secara optimal.  Pembelajaran ini yang menitiberatkan pada keterlibatan siswa pada kegiatan pembelajaran (child center) bukan pada dominasi guru dalam penyampaian materi pelajaran (teacher center).
2.      Pembelajaran Aktif
            Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas,sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningktakan pemahaman dan kompetensi nya.
3.      Pembelajaran Kreatif
            Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kretivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode da strategi yang bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dn pemecahan masalah. Pada umumnya berpikir keatif meiliki empat tahapan berikut         ( Mulyasa, 2006:192).
a.       Tahap pertama : persiapan, yaitu proses pengumpulan informasi untuk diuji.
b.      Tahap kedua : inkubasi, yaitu suatu rentang waktu untuk merenungkan hipotesis informasi tersebut sampai diperoleh keyakinan bahwa hipotesisi tersebut rasional.
c.       Tahap ketiga : iluminasi, yaitu suatu kondisi untuk menemukan keyakinan bahwa hipotesis tersebut benar.
d.      Tahap keempat : vertivikasi, yaitu pengujian kembali hipotesis untuk dijadikan sebuah rekomendasi, konsep, atau teori.

4.      Pembelajaran Efektif
            Pembelajaran dapat dilakukan efektif jika mampu memberian pengalamn baru kepada siswa membentuk kompetensi siswa. Pembelajaran efektif menuntut keterlibatan siswa secara efektif, karena mereka merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi.
5.      Pembelajaran Menyenangkan
            Pembelajara menyenangkan ( joyfull instruction ) merupakan suatu proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat suatu kohesi yang kuat antara guru dan siswa, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan ( notunder preasure ) (Mulyasa, 2006:194).
B.       Ciri – ciri pembelajaran PAKEM,yaitu :
1.      Pengalaman
Peserta didik diajarkan untuk dapat belajar mandiri. Didalam nya terdapat banyak cara untuk penerapan nya ,anatara lain eksperimen,pengamatan,percobaan,penyelidikan dan wawancara.
2.      Komunikasi
Dapat dilakukan mengemukaakan pendapat,presentasi dan sebagai nya. Diharapkan peserta didik dapat mengungkapkan gagasan nya,dapat mengkonsolidasikan pikiran nya.
3.      Interaksi
Dalam hal ini menekankan pada bagaimana tata cara interaksi,tanya jawab dan saling melempar pertanyaan.
4.      Refleksi
Dalam hal ini dilakukan adalah memikirkan kembali apa yang telah diperbuat/dipikirkan oleh peserta didik  selama mereka belajar.
5.       Pembelajaran nya mengaktifkan peserta
6.      Mendorong kreatifitas peserta didik danPembelajaran efektif
7.      Pembelajarannya menyenagkan utamanya bagi peserta didik.
C.   Langkah –langkah pembelajaran berdasarkan PAKEM.yaitu :
1.      Menjelaskan tujuan, materi prasyarat, memotivasi siswa dan mempersiapkan siswa
2.      Mendemonstrasikan keterampilan
3.      Mengecek kemampuan siswa serta memberikan umpan balik


D.   Tujuan pembelajaran PAKEM, yaitu :
1.        Untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas akademik
2.      Membuat belajar siswa menjadi efisien

E.     Manfaat
1.      Membantu belajar peserta didik dalam pembelajaran agar terserap dengan baik
2.      Peserta didik lebih intesif dalam belajar karena pembelajaran nya menyenagkan

F.     Lingkungan belajar

Memerlukan lingkungan yang sesuai dengan rancangan pembelajaran.
Harus ada dukungan antara siswa dan lingkungan




































DAFTAR PUSTAKA


Rusman.2010.Model-model Pembelajaran Menegembangkan Profesionalisme Guru.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada


Kurniawan,Deni.2011. Pembelajaran Terpadu.Bandung.CV Pustaka Cendekia Utama

Continue reading strategi pembelajaran