Wednesday, September 5, 2018

17-AN


Bulan Agustus tahun ini meriah sekali. Tiga even besar sekaligus dalam 1 bulan, bahkan hampir berbarengan; HUT RI, Asian Games, juga Hari Raya Idul Adha. Apalagi, semuanya adalah yang pertama bagi saya di Sangatta.

Perayaan kemerdekaan RI di sini tentunya ditandai dengan panen raya penjual bendera musiman di pinggir jalan. Tanggal 16 malam, tirakatan dan doa-doa, banyak diselenggarakan di masjid sekitar. Tanggal 17 tentunya show time bagi paskibra-paskibra juga tim paduan suara yang sudah persiapan berhari-hari (berbulan-bulan). Selain upacara bendera, banyak sekali perlombaan, panggung hiburan, juga bentuk selebrasi lainnya. Sampai Agustus mau berlalu pun rasa-rasanya masih terasa sekali perayaan ini. Ditambah lagi kisah heroik dari para pejuang kemerdekaan, kisah perjuangan para paskibra, kisah viral seputar HUT RI, hingga kisah pengisi kemerdekaan yang sarat dengan motivati kemudian diangkat di berbagai media.

Dulu waktu kecil yang paling saya suka dari perayaaan HUT RI adalah pawai tujuhbelas-an, es dan mie ayam. J rasanya saya benar-berar merdeka waktu itu hahahha Yes, karena biasanya kalau ke sekolah  atau hari biasa jarang banget jajan (kecuali lagi dikasih uang eyang), jadi es dan mie ayam rasanya sangat spesial, sangat nikmat. Kuah kaldu yang kental ditambah saos sambal, kecap, masih berasap, trus dicampur sampai rata, uuhhh enakk warbiasahh...plus es cendol manis dingin, M E R D E K A.

Ibu, kakak saya dan saya, kami bertiga hanya jajan setelah pulang nonton pawai, jadi nggak ada nonton pawai sambil makan cilok. Dulu saya tersiksa. No saku no jajan, udah tas bawa buku berat, masih tambah bekal nasi. Udah gitu kemana-mana kalo ngga jalan ya nyepeda, boro-boro dianter naik motor, naik angkot aja ngga pernah. Sering banget ngiri ke temen yang tiap istirahat jajan, udah gitu antar jemput, dia enak banget yaa...

Setelah saya ngerasain kerja, ngerasain dapet gaji saya mulai sadar kalau uang yang kita dapatkan dengan kerja keras sayang banget buat dibelanjain, apalagi sekedar nurutin lidah yang sebenarnya bakal lebih kenyang dan lebih sehat masakan rumah. Pantas saja bapak saya jarang ngasih uang jajan. Karena memang keperluan jajan masih bisa dipenuhi dengan sekotak bekal nasi. Saya sangat menghargai apa yang bapak tanamkan pada saya sejak kecil, walaupun saya yakin itu terpaksa karena keadaan, kalau bapak saya kaya mungkin akan beda cerita, hehehe. Ya, dan mulai menarik intinya, kalau saya dapatkan sesuatu, sudah seharusnya menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat, minimal untuk diri saya sendiri.

Even selanjutnya, ini dia, Asian Games Jakarta-Palembang, opening ceremony-nya keren banget, walaupun saya cuma lihat di tv tapi kekaguman saya tetap sama dengan yang nonton langsung. Hampir-hampir nangis karena terharu atas kerja keras semua kru yang terlibat di penyelenggaraan opening ceremony ini. K e r e n. Terlepas dari semua komentar netizen saya sendiri sebagai warga Indonesia turut berbangga atas kesuksesan penyelenggaraan even ini dan mendoakan semoga even ini membawa dampak bagi Indonesia di mata Asia dan juga dunia, baik perekonomian, pariwisata dan lainnya.

Continue reading 17-AN

Friday, August 10, 2018

DIET TAPI KENYANG


DIET TAPI KENYANG

Kalau mau happy, mulailah dengan tersenyum dan bersyukur. Lalu pikirkan hal yang sederhana saja. Katakan, “Terimakasih Tuhan, buat hidup yang sempurna.” –Dewi Huges–

Buku ini saya beli online. Awalnya karena suami saya mulai mengeluhkan –ketat– celana jeans yang dia pakai dan waktu itu sedang viral Dewi Huges yang berhasil menurutkan berat badan dengan #dietkenyang-nya, dan beliau mengeluarkan beberapa buku terkait dengan #dietkenyang. Jadi rasanya momennya tepat buat beli buku #diet kenyang. Buku yang saya beli adalah buku kedua yaitu Hypnotic Diary #DietKenyang, terbitan Grasindo, 2018.

Begitu paket datang, segera saya buka dan Alhamdulillah memuaskan. Hard cover dengan dominan warna primer –kuning dan merah– eye catching sekali. Ukuran HC 14 cm x 21 cm. Untuk bagian isi saya rasa ini hvs, ukurannya 13,5 cm x 20 cm, warna putih untuk sisi kiri dan babyblue di sisi kanan. Layout buku ini sangat menarik, benar-benar dibuat layaknya buku diary, dengan permainan font yang unik dan pengaturan paragraf yang rata kiri (align text left). Ada hiasan leaf pattern  di bagian Terima Kasih, foreword, dan contents, juga beberapa vektor bunga pada quotes di buku ini. Lukisan bunga juga menghiasi 2 hamanan yang menjadi pembatas tahun ke tahun. Benar-benar mirip diary, dalam buku ini ditempel foto-foto Dewi Huges dan tentunya foto dari makanan dengan resep tercantum. Ada juga line vector –di halaman xii dan 163–  yang saya rasa ini wajah Dewi Huges 😁hehhe.

Dari awal buku ini penulis menceritakan dengan apik bagaimana buruknya kondisi yang ia alami dengan badan gemuk, menyedihkan dipandang sebelah mata dan dianggap tidak berguna. Ditambah lagi pada halaman selanjutnya tentang relationshipnya yang berakhir kegagalan.

Kenyataan pahit di awal inilah yang membuat part –perubahan pemikiran penulis yang akhirnya memilih untuk mengkonsumsi real food dan memulai untuk hidup sehat– menjadi sangat menarik untuk dibaca.

Bahasanya yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimatnya mengandung motivasi, menceritakan banyak hal, strategi, hal positif, juga nikmatnya bersyukur atas anugerah kesehatan dari Allah SWT, membuat buku ini sangat layak dibaca kalangan milenial sekarang ini yang lebih memilih sesuatu yang praktis termasuk dalam hal makanan.

Hingga hampir separuh dari buku ini banyak hal-hal baik yang telah disampaikan penulis yang bahkan tidak hanya untuk diet saja, akan tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya hidup dengan pikiran yang lebih positif, menghargai sesuatu dan masih banyak lagi.

Buku ini adalah paket komplit bagi teman-teman pembaca yang mau memulai hidup sehat –diet– karena di dalamnya penulis membagikan kurang lebih ada 27 resep termasuk aneka sambal. Hal ini tentu sangat membantu dalam menentukan menu makanan yang akan dikonsumsi saban harinya.

Buku setebal 164 halaman ini di dalamnya juga dituliskan berbagai kasus dari klien penulis (penulis adalah hypnoterapis) yang datang dari berbagai latar belakang. Kelebihan dari penulis salah satunya adalah ia menceritakan kisah-kisah klien dalam hipnoterapinya dengan apik. Sehingga saya sebagai pembaca seakan dibawa dalam kondisi ikut dalam suasana workshop dan atau menjadi bagian dari perbincangan apa yang dilakukan oleh penulis dengan klien tersebut.

Banyak sekali pelajaran berharga yang dapat diambil dari kisah dalam buku ini. Tentang keikhlasan, kebahagiaan, ketulusan, cara kita melihat pada diri sendiri, cara menghargai hidup, dan juga kasih sayang Tuhan. Buku ini luar biasa. Diary banget, menginspirasi banget.

Hanya ada dua catatan kecil untuk buku ini, pertama adalah pada bagian contens Terima Kasih ini tertulis Thanks to, berbeda penggunaan bahasa untuk judul di halaman v tersebut. Kedua untuk halaman 136 adalah inkonsisten jarak antar paragraf, yakni paragraf pertama dan kedua.

Semoga bermanfaat. 😊
Salam




Continue reading DIET TAPI KENYANG

Monday, July 23, 2018

ALA'MAK

Assalamualaikum...

Tinggal di Sangatta selama 8 bulan lebih, bagi saya pengalaman yang sangat menyenangkan. Apalagi tinggal serumah berdua dengan suami 😍kalian yang pengantin baru atau calon pengantin baru pasti pengen juga tinggal berdua saja dengan suami/istri masing-masing, jangan punya orang hahahπŸ˜…πŸ˜†.

Saya tinggal di sebuah rumah kontrakan di daerah Sangatta Utara. Kota Sangatta ini menurut keterangan dari Tribun Kaltim merupakan wilayah yang berpotensi untuk menjadi kota modern. Memang di daerah yang saya tinggali saat ini semua fasilitas umum ada dan cukup dekat. Misalnya saja atm, bank, rumah sakit, minimarket, pasar, kantor polisi, kantor dinas pemerintahan, sekolahan dari TB-universitas dan lainnya. Apotik, tempat fotokopian, jasa ekspedisi, toko buku, kafe-kafe kekinian, butik, salon, tempat karaoke, hotel, tempat pijat, semua ada. Rumah makan pun menjamur dengan berbagai tawaran menunya di sepanjang jalan utama kota ini. Bahkan, ada ayam goreng kenamaan yang di rumah tinggal saya dulu nggak ada, di sini ada. Dan itu yang saya suka πŸ˜…πŸ˜…. Menyenangkan bukan tinggal di Sangatta?

Ada satu hal yang membuat saya gemas sekali, bukan suami saya ya. Tapi ini tentang satu kebiasaan yang emak-emak lakukan (emak dengan berapapun anak) ketika berbelanja di ----mart. Sering banget, hampir tiap kesana pasti ada emak yang begitu. Adalah hal biasa ya ketika belanja penginnya dilayani dengan cepat. Salah satu trik yang dipakai oleh emak itu ketika belanja.


  1. Belanja tanpa memakai keranjang belanja meskipun barang yang diambil banyak, minyak 3 liter, susu berkaleng-kaleng, deterjen, gula pasir, ini itu dan lainnya
  2. Barang yang sudah diambil langsung diletakkan di meja kasir, jadi seolah-olah jadi yang pertama antri padahal kegiatan ambil-kembalikan barang belanjaan masih berlangsung
  3. Kalau ada yang mau dateng ke kasir cepat-cepat langsung ke kasir dengan menanyakan promo produk tertentu
  4. Kalau oke, cuuuuuuuuuuss lagi ambil barang promo lalu biarkan pembeli lain nungguin, sampai kapanpun.πŸ˜“



My God, aaaargghhhh yang terakhir ini yang paling ngeselin, tapi ya gimana lagi, banyak-banyak bersabar aja. Toh enggak semua emak begini, untungnya. Cmiiw ya, mungkin juga emak ngga tau kalau di situ ada keranjang belanjaan. Atau mungkin hanya saya aja yang merasa gemas, -yang lain biasa aja.

Peringatan: Tips ini tidak diperkenankan untuk dicoba bagi barang siapa yang menjungjung tinggi sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab ya....Semoga bisa diambil hikmahnya. Salam.

*Gambar diambil dari graphico.in
Continue reading ALA'MAK

Friday, June 8, 2018

MENYOROTI "STORY" MASA LALU


Assalamualaikum warahmatullah

Saya perindu masa lalu. Instagram saya kebanyakan isinya tentang masa lalu. Iya, buku-buku yang sudah saya layout, atau sesuatu yang sudah saya lalu-i. Kemarin saya mau bikin sorotan (highlight) biar teman-teman yang mau lihat masa lalu (hasil layout) saya bisa langsung klik aja di situ, ngga perlu scroll-scroll lagi. Tapi masa-lah-nya akun instagram saya ini nggak bisa muncul (+) di bawah bio untuk bikin sorotan seperti yang saya inginkan. Begini tampilannya.

Kecewa ya kan, karena itu akhirnya saya coba buka youtube dan minta bantuan google, dan ketemulah berbagai tips and tricks, but not work for my instagram account. Vidio yang saya tonton di youtube kontennya ngga jauh beda sama artikel dari google. Kurang lebihnya teman-teman bisa melihatnya di sini. Pertama, teman-teman harus masuk ke profile (gambar icon orang/lingkaran dengan foto profil di pojok kanan bawah tampilan instagran). Kedua, tekan tombol (+) di bawah keterangan nama akun dan bio untuk membuat sorotan. Setelah menekan tombol (+) ini nanti akan muncul arsip cerita yang ada di akun teman-teman. Ketiga, pilih arsip cerita yang akan teman-teman jadikan sorotan dengan mengetuk lingkaran kecil di pojok kanan bawah setiap arsip story. Keempat, klik Next atau Selanjutnya di pojok kanan atas. Kelima, ketik judul sorotan, edit cover untuk mengubah cover sorotan (jika diinginkan). Terakhir, klik Add dan selesai deh. Tutorial ini cocok buat teman-teman yang di akunnya bisa langsung muncul (+) nya seperti tampilan akun instagram ini.

Tapi untuk yang tampilan instagramnya seperti punya saya, tutorial ini ngga bisa dipraktikin.

Tutorial ke-2 saya baca di sinikalau teman-teman sudah memiliki story, tutorial ini bisa dipakai. Ketuk story yang sudah dibuat. Di bagian bawah cerita akan ada 3 opsi seperti ini ya (bagikan, sorot, lainnya). 

Nah tinggal klik Sorot dan selanjutnya mengikuti langkah yang hampir sama dengan tutorial pertama. 

Dengan semangat dan riang gembira saya coba tutorial yang ke dua ini, tapi ternyata di akun saya nggak muncul juga 3 opsi tadi. Cuma muncul satu aja yang paling terakhir yaitu tombol dengan 3 buah titik (ngga ada gambar karena ngga saya sreenshoot). Tutorial kedua ini juga ngga bisa saya praktikkan. Karena cara ini ngga bisa akhirnya saya berhenti mencari tutorial dan berpikir sejenak. Dan keinget langkah ke-3 tutorial pertama tadi, pilih arsip cerita yang akan dijadikan sorotan. Akhirnya saya klik arsip, dan mengubah mode penyimpanan arsip yang semula off saya on kan dengan harapan setelah 24 jam story ini akan masuk ke arsip dan bisa dibikin sorotan. Pada saat saya klik arsip, di pojok kanan atas ada tombol dengan 3 buah titik yang ketika saya klik muncul tulisan Buat Sorotan, tetapi ngga bisa diapa-apain karena memang belum ada arsip story-nya.

24 hours letter...

Setelah story sudah tidak muncul lagi saya coba klik arsip, tenyata, jeng jeeeenggg. Nggak ada juga tuh. Huaaaaaaa😭 Saya berpikir kenapa story-nya ngga kearsip padahal mode savingnya udah dirubah. Apakah ini karena mode profil bisnis saya on? Akhirnya saya kembalikan ke mode profil pribadi. Nothing changed. Sama aja.

Beberapa saat kemudian saya lihat akun suami saya yang bisa bikin sorotan, dia membagikannya ke teman dekat. Pada saat teman-teman bikin story sebelum di post pasti ada pilihan bagikan Cerita atau Teman Dekat. Nah, dengan semangat dan riang gembira saya coba-lah cara ini berharap bisa bikin story πŸ˜„. Saya bikin story saya bagikan hanya ke Teman Dekat padahal daftar teman dekat saya ngga ada. Jadi saya bikin story sebanyak apa juga nggak bakal ada yang lihat πŸ˜….

Yess, i did it.

Sekarang masalahnya adalah ngga ada seorangpun yang bisa lihat sorotan ini karna dibagikannya ke teman dekat yang actually itu ngga ada list nya. Dan secara tidak sengaja teman-teman ada 1 diantara puluhan story yang saya buat waktu itu yang kepencet bagikannya ke Cerita bukan ke Teman Dekat. Dan ternyata di story itu (ngga tau gimana) muncul 3 opsi seperti pada tutorial yang ke-2.

Akhirnya saya bikin story lagi tapi kali ini ngga saya bagikan ke teman dekat, dan saya bisa bikin sorotan seperti yang saya inginkan. Saya ngga tau ya ini kebetulan, atau memang caranya begini, tapi buat teman-teman yang mengalami hal yang sama, mungkin cara ini bisa dicoba. Bikin story yang dibagikan ke teman dekat lalu bikin story yang dibagikan ke cerita. Cek aja nanti apakah ada tombol sorot di pojok bawahnya atau ngga. Saya ngga menjamin berhasil yaaa 😁 O iya kalau teman-teman masih belum bisa, coba untuk laporkan masalah ke instagram melalui Akun-Setting-Laporkan Masalah. Menurut informasi yang saya dapat instagram mungkin tidak membalas laporan teman-teman tetapi langsung memperbaikinya dan butuh waktu beberapa bulan. Jadi harap sabar, ini ujian.

Semoga true story ini bermanfaat buat yang membutuhkan dan yang membaca.
Wassalam.  




Continue reading MENYOROTI "STORY" MASA LALU

Wednesday, January 31, 2018

Bosan Jadi Istri

Tiga bulan melewati adaptasi dengan kompor, panci, dan bangun pagi, saya merasa tak ada yang kurang kecuali kerjaan. Hahaha, right, kurang-kerjaan. 

Hidup saya sama kayak orang kebanyakan. Kebanyakan ngeluh, sampe akhirnya mantan ngerasa bosan dan mutusin saya (mungkin). Kebanyakan baper, sampe semua cowok yang nembak ditolakin karna takut apa yang sudah terjadi akan terulang kembali. Kebanyakan mikir, sampe lulus kuliahnya terpaksa ambil periode 2, kebanyakan mikirin revisi tapi nggak direvisi-revisi, kebanyakan mikirin gimana ini gimana itu dan no action.

Hidup saya juga sama kayak orang lain, yang nikah. Sama kayak ibu-ibu rumah tangga lain. Bangun pagi, nyiapin sarapan, cuci baju, cuci piring, ngepel, belanja, nonton tv, masak, bersihin teras yang kadang dipakai berak sama ayam tetangga (ughft), nunggu suami pulang kerja, beberes, rapi-rapi dan lainnya yang belum saya sebutin. Day by day. Ini pertama kalinya dalam hidup ngerjain hal yang biasanya dikerjain sama ibu saya. Pantas saja kadang emosi seorang istri itu tak terkendali, dan bagi saya sendiri, sekali lagi saya merasa tak ada yang kurang kecuali kerjaan. Bayangin aja  Day by day itu yang dikerjain, sebenarnya hal ini berlaku sama pada suami saya, sang pencari nafkah. 

Bagian dari hal yang membuat saya senang adalah ada teman-teman yang masih percayakan naskah untuk saya kerjakan selepas resign dari kerjaan sebagai layouter dan proofreader. Ini mengurangi kekurangan saya, ya kurang-kerjaan. Bagian lain dari hal yang membuat saya senang, sang pencari nafkah kadang juga cari muka di hadapan saya. Entah mungkin dia sangat peduli pada saya, atau rindu akan kata “kamu baik banget sih, makasih sayang” atau dia mencoba hal baru untuk sekedar menghilangkan bosan yang kadang muncul tiba-tiba itu. Cuci piring.

Apapun yang kita jalani setelah berumah tangga akan sangat berbeda dari sebelumnya. Kadang, sang pencari nafkah bosan kadang kita bosan. Apapun penyebabnya, syukuri saja dengan mengingat kenapa kita lakukan kebosanan itu--sebelum muncul keberanian lain untuk mengakhiri kebosanan. Yang pasti, pilih jalan yang benar untuk mengakhiri kebosanan. Refreshing, misalnya.


Continue reading Bosan Jadi Istri

Wednesday, November 29, 2017

LETTERING "TERUS MELANGKAH"

Pertengahan tahun ini saya mulai repost di akun instagram pribadi saya. Kata-kata bijak seperti “Mistakes are proof you are trying”, “try smilling for no reason”, “there are far better things ahead than we ever leave behind” dan ternyata banyak teman yang menyukainya.
Beberapa orderan dari teman mulai datang. First order dateng dari teman SMK “terus melangkah hingga tak ada lagi arah yang kau tuju”. Awal banget fontnya masih ngawur acakadul dan ngga karuan, asal jadi dan kelihatan menarik. Orderan lanjutan bisa kalian lihat di sini.


Continue reading LETTERING "TERUS MELANGKAH"

Tuesday, October 3, 2017

Pakai Kefir Jerawat Minggir


Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh



Alhamdulillah, ada kesempatan lagi untuk share satu pengalaman yang menarik —mungkin kalian sudah tau, mungkin juga belum— KEFIR. Bagi kaum hawa, khususnya pengguna masker pastinya sudah tau yang ya namanya kefir?


Awal Agustus lalu, saya nyobain yang namanya masker kefir, ternyata enak banget di kulit wajah. Pemakaian selama 2 minggu kulit terasa lebih kencang, pori-pori sedikit mengecil jadi komedo pun berkurang, bekas jerawat mulai memudar. Satu hal lagi yang bikin saya suka banget sama masker kefir, yaitu alas bedak yang biasa saya pakai bisa nyatu banget jadi rata banget di kulit.

Continue reading Pakai Kefir Jerawat Minggir