Friday, June 28, 2019

MAKSUDKU NGGAK GITU


MAKSUDKU NGGAK GITU

Masalah abg –a-be-ge- cewe biasanya dimulai ketika dia sadar akan eksistensi dirinya. Keberadaan dirinya di lingkaran pertemanan; di hadapan teman tapi nyaman, gebetan, pacar, kakak kelas cantik #saingan, atau anak temen papa yang gantengnya masyaAllah. Muncullah pikiran bahwa semua harus tampak sempuna. Harus jadi pribadi menyenangkan, easy going, good looking. Pipi tirus, kaki jenjang, kulit putih mulus, tinggi semampai, nggemesin, otak encer.

Saya pernah ngerasain berada di umur 15 tahun, dimana saya mulai memperhatikan fisik. Saya lihat dikaca, saya ini kalau dalam kondisi biasa, nggak senyum dan nggak marah, kok mukanya keliatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin. PADAHAL MAKSUD DAN MAU SAYA NGGAK GITU. Sorry capslocknya nyala. Sementara temen-temen cewek saya, ketika mukanya biasa aja, kalau dilihat  meninggalkan kesan ramah, membuat jatuh hati, karena kelihatan kayak lagi senyum.

Waktu itu kebetulan masuk SMK kelas X ikut tonti, diajarin senyum. Supaya tetap kelihatan ceria dan semangat meskipun badan capek luar biasa. Diajarinnya begini, kaitkan (gigi depan bawah) ke depan (gigi depan atas). Tarik bibir kanan satu cm dan bibir kiri satu cm. Coba ngaca! Pegel. Nggak bertahan lama. Perasaan iri itu masih tetap ada. Jadi gimana, ya masih tetep nggak ada solusi.

Time lapse, sekarang ceritanya udah kuliah semester 3. Ternyata dengan muka yang kelihatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin ini ada yang mau jadiin saya pacar. Jadian, LDR, banyak masalah, putus. Oh God. Kejadiannya nggak sesimpel itu. Waktu itu saya sering mempertanyakan, apa sih kurangnya saya? Bodo banget, banyaklah. Si doi bilang, “Kamu ngga kurang. Kamu terlalu sempurna untukku, kamu pantas mendapatkan yang lebih dari aku”. Siapa yang pernah jawab gini? Kamu jahat. Bilang aja kurangnya apa, letak salahnya di mana. Itu lebih laki.

Jawaban itu membuat saya merasa semakin terpuruk. Semakin merasa buruk. Apalagi ada pembandingnya, yang jelas muka selebgram, badan SPG. Nangis 😭. Baiklah. Saya mulai cari solusi, yes, peninggi badan. Gara-gara ini saya jadi ikut MLM. Setelah menghabiskan produk senilai kurang lebih 1,2 juta tinggi badan saya nambah, 3 cm. Pun nggak merubah apa-apa, masih aja tetep keliatan pendek gitu loh. Emang dasarnya. Tapi kegiatan jual beli di MLM ini lumayan menguntungkan. Akhirnya saya bisa beli wedges, baju baru, facial, beli krim siang & malam. Pake duit sendiri. Itu menyenangkan. Selain itu pengembangan diri di MLM membuat saya lebih banyak bersosialisasi. Untung putus, haha. Mungkin akan saya ceritakan perjalanan MLM ini di postingan selanjutnya.

Doc. pribadi, join MLM (dua dari kiri) 2015

Saya sudah pakai nih peninggi badan, wedges, baju yang lebih enak diliat, udah juga perawatan. Si doi nggak balik. Setelah si doi nggak ada tanda-tanda untuk balik, maka saya mencoba untuk mengesampingkan ingatan-ingatan tentang itu. Yang saya lakukan adalah menyibukkan diri jualan, kerja, berpasrah pada Tuhan dan menyelesaikan kuliah. Tentunya dengan kekuatan doa orang tua, juga dukungan banyak teman. Akhir cerita, saya pun hadir dalam acara resepsi pernikahannya, pertengahan 2017 lalu. Alhamdulillah.

Doc. pribadi, (belakang enam dari kiri) 2016

Saya merekomendasikan buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” terjemahan “The Magic of Thingking Big” karya David J. Schwartz, dari buku ini saya memahami ketidakkembaliannya si doi, dan saya pun tidak menginginkan itu lagi. Butuh waktu lama, and it won’t be easy. Hikmah yang saya ambil dari my own story ini, saya temukan di vidio youtube Gita Savitri Devi, “Why I Stopped Photoshopping My Face”. Mengejar kesempurnaan bentuk fisik akan membuat saya kelelahan. Dan nggak akan terjadi. Saya harus menerima apapun kondisi saya dilahirkan. Yang mukanya keliatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin ini. Yang pendek ini. I have to love it. Karena ini pemberian terbaik dari Tuhan. Daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan kesempurnaan yang jauh dari jangkauan, ternyata ada banyak hal bermanfaat yang bisa dilakuin.

Ini cerita pertama tentang self acceptance, nanti bakal ada cerita lanjutan. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Continue reading MAKSUDKU NGGAK GITU

Thursday, May 30, 2019

BELAJAR DARI PUTRI JEPARA


BELAJAR DARI PUTRI JEPARA


https://media.karousell.com/media/photos/products/2018/05/10/panggil_aku_kartini_saja_1525918498_fac2ac7e.jpg

Kutipan di bawah ini saya ambil dari buku Panggil Aku Kartini Saja­  ̶ ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Buku ini terdiri dari 4 jilid. Dua diantaranya   ̶ jilid III dan IV ̶  hilang akibat vandalisme 13 Oktober 1965. Saat ini jilid I dan II diterbitkan oleh Lentera Dipantara dalam satu buku  ̶ Panggil Aku Kartini Saja­.

Surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, 10 Juni 1902.

Dan mengapakah kami merasa perlu tinggal untuk sementara waktu di Eropa? Ialah untuk membebaskan diri kami dari pengaruh-pengaruh mengganggu yang diberikan oleh pendidikan Pribumi, yang tidak dapat kami hindarkan ini!
Orang-orang Eropa yang paling asing pun, sekalipun sebanyak satu batalyon, kata dik R., tak gentar kami menemuinya; terhadap seorang Jawa yang tak kami kenal, seorang saja, larilah kami bersembunyi seperti siput di dalam kepompong kami.
                Kami hendak bebaskan diri  kami sama sekali dari ikatan-ikatan yang melekat adat kuno kami yang mau lekat saja ini, yang pengaruhnya tak dapat kami hindari; segala prasangka yang masih lekat pada kami dan menghambat kemajuan kami akan kami bebaskan, agar jiwa kami menjadi segar dan bebas, agar makin lebarlah sayap yang dikepakkan, demi kebaikan usaha yang kami lakukan.
                Itulah sebabnya kami harus tinggal di lingkungan lain negeri asing dengan kebiasaan dan adatnya serta keadaan-keadaan yang lain. Kami harapkan Eropa dapat memberikan kepada kami persiapan-persiapan yang lebih baik, memberikan kepada kami kelengkapan untuk menggarap tugas kami yang akan kami tunaikan; bahwa ia akan memperdaya kami, dan menziarahi kami terhadap anak panah-anak panah berbisa yang bakal dilepaskan orang-orang sebangsa kami kepada kami, karena kami lebih tabah daripada mereka.
                Eropa pasti akan ajarkan kami untuk jadi bebas sesungguhnya.

Semula tulisan ini akan saya unggah pas di bulan kelahiran RA Kartini  ̶ bulan lalu. Tetapi karena stagnasi, jadi baru bisa diunggah sekarang  ̶ bulan ramadhan.

“Kami hendak bebaskan diri  kami sama sekali dari ikatan-ikatan yang melekat adat kuno kami...”
Adat kuno pada masa itu, seperti gadis bangsawan tidak boleh keluar istana/karesidenan/ kadipaten tanpa pengawalan, tidak boleh bergaul dengan rakyat biasa, tidak dibenarkan berpendidikan tinggi, pada akhirnya hanya akan menemui masa pingitan, menikah, dan mengurus kehidupan rumah tangga.

“... yang mau lekat saja ini, yang pengaruhnya tak dapat kami hindari;...”
Memang adat melekat sejak pertamakali ia lahir, sebagai putri dari seorang bupati. Dikisahkan dalam buku ini, begitu banyak tulisan-tulisan kartini dalam bahasa Belanda yang kemudian hanya ia simpan. Satu saja kesalahan maka dampaknya bukan hanya terhadap dirinya, tetapi juga pada ayahanda terkasih. Mungkin juga rakyatnya.

segala prasangka yang masih lekat pada kami dan menghambat kemajuan kami akan kami bebaskan, agar jiwa kami menjadi segar dan bebas, agar makin lebarlah sayap yang dikepakkan, demi kebaikan usaha yang kami lakukan.

Mari kita cermati bersama “Itulah sebabnya kami harus tinggal di lingkungan lain negeri asing dengan kebiasaan dan adatnya serta keadaan-keadaan yang lain.”

Ada peribahasa Jawa “Desa mawa cara, negara mawa tata.” Setiap daerah memiliki adat dan kebiasaan masing-masing. Di dalamnya menimbulkan situasi tertentu yang mengharuskan penduduknya untuk menjadi nyaman dengannya.

Sampai hari ini, saya belum pernah menjalani kehidupan sebenarnya di negeri asing, hanya dari katanya. Tapi, hari ini saya benar mengalami hidup di kota orang. Sejarak Jogja-Samarinda. Satu hal baru yang saya dapat selama 2 minggu tinggal di Samarinda adalah pemaknaan kata turun. Di Jogja umumnya turun itu menggambarkan fluktuasi ke angka kecil, berhenti atau beralih naik kendaraan, perolehan sesuatu (beasiswa, sembako), juga lengser jabatan.

Tanggal 27 Mei, mereka harus sudah turun,” kata Kepala TU sekolah. Saya mulai berpikir-pikir, mencari tau apa makna turun dari pernyataan ini. Setelah berhari-hari ternyata turun di sini juga dimaknai terjun (masuk sekolah).

Setelah itu saya bertanya-tanya lantas saya harus bilang apa ke tukang ojek, “Pak, saya turun di sini saja.” Apa turunnya juga akan dimaknai sama. Tidak, tukang ojek tidak sesaklek itu.

Ini hanya satu kosa kata, belum yang lainnya. Benar bahwa di lingkungan lain negeri asing  kebiasaan dan adatnya serta keadaan-keadaan juga lain. Seluas alam semesta ini Tuhan memberi kesempatan kepada manusia untuk belajar saling mengerti, bertoleransi. Sebanyak umat di dunia ini Tuhan ciptakan untuk saling mengenal dan mengamini kebesaranNya.


Continue reading BELAJAR DARI PUTRI JEPARA

Sunday, March 31, 2019

PEMBERKASAN CPNS KEMENAG


PEMBERKASAN CPNS KEMENAG 

Alhamdulillah, ada kesempatan untuk sharing lagi tentang proses penerimaan CPNS. Kali ini tentang proses pemberkasan. Setelah menunggu pengumuman, dan menjawab pertanyaan netizen “kapan pengumuman?”. Sebelumnya sudah saya share yakni, seleksi administrasi, tes SKD, dan tes SKB. Bagi yang belum baca bisa langsung klik linknya. Surat pengumuman peserta lolos SKB dirilis melalui akun Telegram Kementerian Agama RI pada 15 Januari lalu. Beberapa hari berselang dirilis panduan pemberkasan beserta jadwal pemberkasan oleh masing-masing Kantor Wilayah Kemenag daerah, dalam hal ini Kanwil Kemenag Kalimantan Timur. Bisa klik link ini untuk melihat panduan pemberkasannya.


Selama masa penantian pengumunan peserta yang lolos SKB dan berhak mengikuti pemberkasan ini ada satu kejadian yang waktu itu membuat seluruh peserta geger, sangat ramai, di medsos seperti Twitter dan grup Telegram/Whatsapp. Beberapa instansi sudah mengeluarkan pengumumannya, sementara kemenag belum. Pada saat itu untuk memudahkan pemberkasan BKN memberikan kemudahan dengan memberikan link perbaikan DRH (daftar riwayat hidup) bagi mereka yang lolos SKB. Karena penasaran, banyak dari peserta CPNS Kemenag pun ikut ngecek.


Pic: twitter @BKNgoid

Alhasil, ada yang di dalam akunnya terdapat link DRH dan ada yang tidak. Muncullah berbagai spekulasi dengan argumen masing-masing peserta. Yang paling menyeruak adalah, bagi yang muncul link DRH maka lolos ke pemberkasan, begitu sebaliknya. Namun, hal ini tidak berlangsung lama karena sehari berselang setelah kegegeran link tersebut dihidden oleh pihak berwajib. (tetep bisa di cek ada aja caranya 😎)


Pic: doc pribadi

Setelah pengumuman diterima, tentunya banyak berkas yang harus disiapkan. Butuh waktu, apalagi legalisir ijazah dari SD-S1 (jika diminta legalisir semuanya). Ada baiknya permasalahan seperti KTP, nama/tanggal lahir yang tidak sesuai antara ijazah dan KTP, diurus jauh-jauh hari. Berkas yang diperlukan diantaranya yakni,

Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 5 (lima) lembar;
Fotokopi KTP;
Fotokopi ijazah/STTB terakhir dan Transkrip Nilai;
Daftar Riwayat Hidup bermaterai Rp. 6.000,-;
Surat pernyataan bermaterai Rp. 6.000,-;
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
Surat keterangan sehat jasmani dan rohani;
Surat keterangan bebas narkoba.

Masing-masing instansi memiliki form dan ketentuan yang berbeda mengenai pemberkasan, jadi kalau instansi yang dilamar adalah Kemenag maka ikuti saja apa yang disampaikan oleh Kemenag. Perhatikan secara teliti masing-masing persyaratan. Misalnya, terdapat keterangan bermaterai 6000, maka tempellah materai pada berkas, dengan materai 6000 jangan yang lain. Kemudian, keterangan legalisir, maka perhatikan betul legalisir (surat tersebut menjadi legal) dengan tanda tangan pihak berwenang, stempel instansi, nomor legalisir, tanggal legalisir dan sebagainya jangan sampai ada yang terlewat. Saya ingat betul karena pada seleksi administrasi ada teman dari kemenag Riau yang bercerita bahwa tanpa nomor dan tanggal legalisir dapat menggagalkan seleksi. Yang membedakan pada proses pemberkasan ini dengan seleksi administrasi adalah pihak BKN bekerjasama dengan instansi akan menghubungi peserta CPNS yang berkasnya dianggap tidak lengkap (BTL/Berkas Tidak Lengkap) sehingga dapat mengganti atau memperbaiki berkas tersebut. Klik link ini untuk cek kasus BTL CPNS Kemenag.

Terimakasih sudah baca, dan terimakasih untuk tidak tanya “penempatan dimana?”, “kapan penempatannya?” sementara saya pun belum tahu 😅.
Salam semangat.

Continue reading PEMBERKASAN CPNS KEMENAG

Friday, February 8, 2019

TIPS MENANGANI KUKU KAKI CANTENGAN


TIPS MENANGANI KUKU KAKI CANTENGAN

Siapa yang pernah ngalamin ini? Pasti banyak ya, milenial juga ngga lepas dari cantengan. Saya juga. Kuku kaki dapat mengalami cantengan karena berbagai hal. Misalnya, pemakaian kaos kaki dan sepatu yang kekecilan. Dipaksakan. Apalagi kalian yang suka pakai sepatu hak tinggi dan runcing bagian depan.

Kalau selama ini khilaf dalam merawat kuku kaki, sebaiknya segera insyaf ya. Cantengan bisa dihindari dengan merawat kuku kaki secara rutin. Memotong dan membersihkan kuku secara berkala. Juga menjaga kelembaban kuku dan kulit jari-jari kaki. Kalau nggak mau repot, ya tinggal ke salon/tempat perawatan kecantikan minta pedicure. Biar mbaknya aja yang menikmati keharumannya. Ingetin mbaknya buat make masker ya ✌.

Cantengan itu sangat menyiksa. Buat berdiri nahan badan sakit. Jalan pun demikian. Apalagi pas lagi cantengan kepatunya keinjek temen. Atau pas lagi cantengan kepentok kaki meja/kursi, aaww banget kan.

Berdasarkan pengalaman pribadi di postingan kali ini saya mau berbagi tips, cara yang saya pakai untuk mengatasi cantengan. Cantengan yang saya alami ini karena kebiasaan saya memotong kuku kaki terlalu pendek alias sampai mentok. Jadi, ketika kukunya sudah tumbuh lagi nyundul kulit depannya.

Tips Pertama
Tips ini saya dapat dari youtube chanel Dokter Oz. Pastikan kuku yang mau ditreatment sudah dibersihkan. Alat dan bahan yang dibutuhkan gampang banget, yaitu kapas, gel aloevera, dan pinset.
Siapkan selembar kapas. Olesi kapas dengan gel aloevera. Selain untuk melembabkan juga untuk membuat kapas itu nantinya kalau dilepas tidak nyangkut di kuku. Selipkan kapas di sela kuku dengan bantuan pinset.

Dok. pribadi
Diamkan selama semalaman. Saya jamin rasanya senut-senut. Lakukan secara berulang sampai tidak sakit lagi. Kalau saya 3 kali cukup lah, sampai kuku sedikit memanjang.

Dok. pribadi

Dok. pribadi

Tips kedua
Tips ini biasa dilakukan oleh tenaga profesional. Biasanya penyebabnya adalah kuku yang tumbuhnya menyamping/terlalu kedalam atau cantengan yang sudah parah banget. Sudah tidak bisa lagi diatasi dengan diganjelin kapas.

Langkah pertama adalah dengan memotong sedikit ujung kuku.

Dok. youtube

Kemudian melalui ujung yang dipotong tersebut dikikis sampai ke pangkal kuku menggunakan alat khusus, yang dipastikan tajam dan steril. Hal ini dimaksudkan agar kuku yang tumbuh tersebut dapat diambil. Dan mengakhiri penderitaan.

Dok. Youtube

Dok. youtube


Setelah kuku yang tumbuh menyamping itu diambil kemudian jarinya dibersihkan (saya tidak tahu mungkin menggunakan semacam sterilizer, cairan untuk membantu menghentikan pendarahan dan mengeringkan luka). Kemudian dibalut dengan kasa hingga lukanya sembuh.

Dok. youtube

Dok. youtube

Nah inilah tips yang dapat saya bagikan, semoga dapat membantu teman-teman yang mengalami cantengan untuk sembuh.


Continue reading TIPS MENANGANI KUKU KAKI CANTENGAN

Saturday, January 5, 2019

SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) KEMENAG KALIMANTAN TIMUR


SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) KEMENAG KALIMANTAN TIMUR

Doc: Kemenag Kaltim

Alhamdulillah, 11 Desember 2018 menjadi titik terang bagi para peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) -termasuk saya- yang menanti kepastian. Ikut SKB atau tidak. Pengumuman hasil SKD dirilis oleh Kemenag RI, sementara jadwal pelaksanaan SKB oleh Kanwil Kemenag masing-masing daerah. Alhamdulillah lagi, saya termasuk salah satu yang bisa ikut SKB. Bisa ikut SKB aja udah seneng, itung-itung piknik ke Samarinda. 😅 Setelah mendapatkan jadwal pelaksanaan yang dirilis Kemenag Kanwil Kaltim 13 Desember 2018, saya langsung pesan travel dan penginapan. Urusan pesan memesan travel/penginapan harus benar-benar dipastikan karena berhubungan dengan budget, kepastian perjalanan, dan tempat menginap. Nggak lucu kan kalau sudah dapat pengumuman SKB eh ketinggalan travel, atau nggak dapet travel untuk perjalanan? (khusus buat yang perjalanannya jauh dan ngga ada yang nganterin pake motor, mobil atau pesawat pribadi ya, 😅). Untungnya sekarang ini sudah banyak aplikasi yang mempermudah booking hotel/penginapan, saya sangat terbantu. Penginapan di sekitar Kanwil Kemenag Samarinda harganya sangat beragam ada yang harganya seratus ribuan sampai jutaan, tentunya dengan pelayanan dan fasilitas yang berbeda. Yeayy, dan saya mau merekomendasikan satu penginapan, tempat kemarin saya menginap. AS Guest House, seriusan ini bukan endorse. Sepenuhnya karena kepuasan saya, tempatnya rapi, bersih, dan nyaman banget (untuk harga Rp 125.000,- per malam) dibanding penginapan yang saya pesan waktu ikut SKD. Fasilitasnya lengkap ada kamar mandi dalam, AC, TV, wifi juga loundry. Apalagi buat yang suka olahraga ini recomended banget karena guest house satu ini nyediain tangga naik ke lantai atas dan turun kelantai bawahnya, asli bisa sambil melatih otot kaki. Kalau mau kepoin, klik aja tautan AS Guest House.

Transportasi dan penginapan sudah beres. Lanjut ke persiapan, barang-barang yang wajib dibawa saat SKB, saya sebutin satu-satu ya.
1.      Kartu ujian
2.      KTP
3.      Portofolio/bukti karya/prestasi diri (piagam, jurnal, karya tulis), serdik (bagi yang punya), SK (bagi yang punya),
4.      Alat tulis, termasuk clipboard.
Nah ada 4 yang wajib banget dibawa untuk mengikuti SKB. Poin ke-3 bawanya 2 rangkap, untuk diserahkan kepada penguji ujian praktik dan pewawancara. Pakaian yang digunakan masih sama seperti pada saat SKD, atasan putih, bawahan gelap, sepatu formal, dan jilbab gelap (bagi yang pakai jilbab).

Informasi yang saya dapat dari web kemenag kaltim SKB diikuti oleh 314 peserta. Bertempat di MAN 2 Samarinda mulai dari tanggal 17 sampai dengan 19 Desember 2018. Tanggal 17 Psikotest. Tanggal 18-19 ujian praktik dan wawancara. Bagi yang mendapat jadwal ujian praktik tanggal 18, maka wawancaranya tanggal 19, berlaku sebaliknya. Hari pertama ujian saya berjalan kaki dari penginapan sampai MAN, jaraknya kurang lebih 800 meter. Pagi itu hujan. Semua berjalan dengan baik, mulai dari pengumuman oleh panitia melalui pengeras suara, penngecekan kelengkapan sebelum masuk ruang ujian, pembacaan tata tertib, tanda-tangan kehadiran, hingga pelaksanaan ujian pukul 08.00 WITA. Saya sadar setelah sampai di penginapan, ternyata ada yang terlewat. Saya lupa membubuhkan tanda tangan pada kolom LJK. Saya sudah pesen makan waktu itu dan makanan saya datang. Yang tadinya rasa lapar melanda, seketika nafsu makan saya hilang. Dan ya, mulai menitikkan air mata. 😭Saya telfon suami, WA sahabat, cerita bla bla bla, setelah itu saya coba hubungi panitia, tapi apa daya mereka mengatakan mereka hanyalah pelaksana saja, keputusan di tangan pusat. Meskipun instansi lain telah menggunakan CAT entah kenapa Kemenag masih menggunakan LJK. Tak apalah, kesalahan murni ada pada saya. Akhirnya saya searching tentang LJK tak bertanda tangan. Artikel-artikel yang saya baca menyebutkan bahwa LJK tetap bisa diproses. Nilai akan tetap keluar. Oke, saya putuskan untuk makan saja 😁 karena besok masih ada ujian praktik. Lupakan tes papi, dan soal-soal TPA yang nampaknya kurang validasi. Ada soal yang tidak ada jawabanya, dan beberapa soal sama persis diulang. Teman sesama peserta juga merasakannya.

Jadwal ujian praktik dan wawancara baru diumumkan selepas psikotest. Apa saja yang akan diujikan tidak ada pemberitahuan sama sekali. Yang diberitahukan hanya bobot penilaian, psikotest 30%, ujian praktik 35%, dan wawancara 35%. Sehingga banyak yang bingung termasuk saya. Ujian praktik harus menyiapkan apa. Karena saya mendaftar formasi guru, kemungkinan besar ujian praktiknya adalah microteacing. Entah materi ditentukan penguji, yang artinya saya siap atau tidak harus menyampaikan materi yang diujikan untuk mengajar. Atau materi pilih sendiri, dengan demikian saya bisa menyiapkan sesempurna mungkin. Malam hari menjelang ujian praktik, saya membuat power point materi dan alat peraga. RPP sudah saya siapkan beberapa hari sebelum pengumuman dirilis. Kemarin saya pilih materi bangun ruang. Malam itu saya bikin kerucut dan tabung dari bahan-bahan yang saya bawa dari rumah. Tujuannya adalah untuk kesiapan saya pribadi. Bagaimanapun ujiannya nanti, yang penting saya sudah menyiapkan diri.

Tanggal 18, sama seperti kemarin saya jalan kaki lagi. Tapi tidak hujan. Pagi itu peserta tidak nampak berkerumun sebanyak kemarin, karena jadwal sudah ditentukan dan peserta boleh datang 1 jam sebelum ujian dimulai. Disediakan ruang tunggu. Dipersilakan memasuki ruang tunggu 30 menit sebelum ujian dimulai. Diberikan pengarahan. Ketika saya sudah masuk ruangan tersebut, panitia menyampaikan jika di  ruang ujian akan ada 2 penguji. Kemudian ada yang bertanya apakah nanti materinya ditentukan atau memilih sendiri, panitia menjawab materi ditentukan. Disitu saya mulai deg-deg-an J my turn. Sebelum masuk, saya tanda tangan kehadiran yang telah disediakan oleh panitia. Memasuki ruangan dengan salam, memperkenalkan diri, dan menyerahkan portofolio, lanjut 20 menit microteaching. Materi bebas, artinya boleh menggunakan materi yang telah disiapkan. Selesai melakukan microteaching, saya diminta menampilkan powerpoint saya, dan kekurangan saya waktu itu adalah, saya memakai vidio pembelajaran dari youtube yang saya potong di bagian yang saya pakai, seharusnya saya bikin sendiri animasi tersebut. Disitu dinilai kemampuan kita dalam menguasai teknologi sebagai penunjang pembelajaran. Akhirnya saya diminta menggambar kerucut disitu, karena laptop saya tidak diinstal Adobe Flash, saya pikir cepat saja saya buat di ms. word saja, walaupun nilainya pasti lebih maksimal kalau memakai aplikasi tentunya. Saya juga ditanya ngetik rumusnya pakai apa, saya jawab pakai math type. Setelah itu saya disodori selembar kertas berisi tulisan berbahasa Inggris. Saya diminta menerjemahkan. Oke, mudah sekali. The most important thing in this world is learning and teaching. Yang kedua saya disodori selembar kertas bertuliskan Arab. Saya diminta menerjemahkan, oh nooo. Saya bilang tidak bisa. Akhirnya saya diminta mengartikan surat Al-Fatihah, okelah. Tanpa terasa, 30 menit berlalu. Menit-menit penuh kegugupan dan penyesalan. Gugup karena ujian, dan menyesal karena memang dari kecil tidak pernah belajar bahasa Arab. Taunya hanya kata nahwu dan sharaf, sedikit dhomir, anti, anta, antum, antuma, antunna. Sempat belajar apa itu isim, fiil, hurf. Tapi apa daya, berlalu begitu saja. Astaghfirullah. Pulang ujian jalan kaki, sambil merenung.

Oke sisa hari terakhir ujian, yes wawancara. Dapat informasi dari teman-teman di grup telegram kalau tes wawancara pertanyaan yang diajukan seputar wawasan kebangsaan yang sifatnya aplikatif dan wawasan keagamaan termasuk baca tulis Quran. Setelah saya jalani memang iya, hampir sama dengan soal-soal TWK dan TKP di SKD lalu. Dalam rangkaiannya saya juga diminta praktik sholat, Subuh, mulai niat, takbir, iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, ruku’. Saya juga diminta melafalkan bacaan qunut, dan tasyahud. Saya rasa ini bukan masalah, hanya bagi teman-teman yang tidak memakai qunut mungkin menyisakan kekhawatiran. Setelah itu membaca Quran, dan menulis kalimat Ash shalaatu khoirum minan naum. Cukup mudah, kan sering lihat di TV, 😁. Padahal malam sebelum wawancara yang saya pelajari adalah surat-surat Quran juz 30. Fyi, tes wawancaranya ini pakai aplikasi di komputer penguji sudah ada pertanyaan-pertanyaannya. Harapan saya, keterlibatan saya dalam MTQ kabupaten beberapa tahun terakhir mendapat penilaian tersendiri. Jadi, nilai wawancara hari ini bisa maksimal.

SKB selesai, menunggu pengumuman lagi. Thanks lagi-lagi untuk semua orang.
Semoga bermanfaat, bye. 😎

Continue reading SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) KEMENAG KALIMANTAN TIMUR

Wednesday, December 12, 2018

KAMPANYE MAYA


KAMPANYE MAYA


Tidak begitu jauh dari arah selatan Pantai utara, perbukitan kendeng melingkari desa-desa kecil kabupaten Grobogan. Sungai Lusi mengalir mengelilingi bukit-bukit, melintasi dataran tandus, sekitar 20 mil ke arah barat daya. Sebagian karena hubungan air ini, setiap gejolak politik di desa-desa segera menimbulkan gemanya sampai di saentero kabupaten.

Di sekitar desa-desa tengah terjadi pergolakan, karena demokrasi telah merubah cara hidup yang lama berkembang. Yakni dari sistem kerajaan, menjadi sistem kenegaraan. Modernisasi pula telah melindas habis-habisan gaya hidup yang lama. Feodalisme telah dikubur hidup-hidup, teriakan kebebasan dikumandangkan, kemudian cara-cara baru diterapkan.

Grobogan sedang dipenuhi oleh pesta pemilihan kepala desa. Puri-puri kekuasaan yang masih dihuni oleh sisa-sisa penggawa lama, akan segera pudar. Seperti matahari terbenam yang dengan teguh menggenggam keindahannya hingga perlahan-lahan memudar. Karena yang diperlukan orang-orang di desa bukan hanya diam di tempat, tetapi maju, kemudian melakukan perubahan.

Pohon-pohon randu di sepanjang jalan berkilauan putih. Sebagian mereka tetap perkasa meski badai menerjang hingga pada malam-malam terakhir. Serangkaian pesta politik nampak tergelar, menyisakan angin musim kemarau yang baru saja teranggas. Bersungguh-sungguhlah, karena memilih sama artinya dengan menyuarakan isyarat untuk masa depan.
(thread by Choirul Anam, inspired by Eiji Yoshioka, Musashi)

 ---

Menjadi penduduk Indonesia sejak lahir, jarang membicarakan politik dalam keluarga –hanya bapak yang paling suka nonton orang debat dengan tema politik di salah satu stasiun televisi, saya tidak– begitulah saya dulu. Belakangan ini, sejak pencalonan presiden dan wakilnya untuk Indonesia di tahun 2019 dibuka, saya mulai melihat dan memperhatikan hal berkaitan dengan politik di berbagai media, paling sering tweeter. Saya jadi silent reader akun tweeter. Follow beberapa politikus untuk sekedar menggelitik perut, komentar netizennya kadang lucu-lucu. Saya tidak berkomentar apapun, siapa juga yang bakal baca balasan tweet saya ya kan? Saya cukup puas dengan gelitik.

po.li.tik.
  1. n (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan)
  2. n segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain
  3. n cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijakan[1]

Tiga keterangan ini adalah makna politik secara harfiah berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Saya miskin pengetahuan tentang politik, yang saya tahu permasalahan politik adalah permasalahan krusial, yang isu-isunya saja bisa memecah kehidupan berrumah tangga, setidaknya itu yang saya rasakan ketika bapak saya nyalon jadi kepala dusun. Maka dari itu, saya memilih untuk tidak berkomentar di cuitan akun tweeter yang mengandung unsur politik.

Selain alasan di atas, saya juga tidak ingin nyampah di dunia maya. Dunia kita aja sampah udah banyak banget kan meski sudah banyak petugas kebersihan, kasian maya kalo dia harus bersih-bersih. Jadi bijak bermedia sosial, terlebih pada masa kampanye itu penting.

Bijak dalam menggunakan media sosial seharusnya bisa dilakukan oleh semua orang. Adanya keberagaman netizen –usia, latar belakang, keyakinan, dll– mungkin menjadi perlu untuk mengetahui bahwa isu-isu, pernyataan kontroversial, gambar-gambar kontroversial, –yang diunggah oleh akun kalangan politikus/simpatisan politikus/influencer/public figure– terkadang merupakan trik untuk membuat netizen berhenti scrolling kemudian membaca bahkan berkomentar. Namun, banyak ditemukan pembaca yang terpancing secara emosi atas unggahan tersebut. Banyaknya antusias netizen untuk memberi respon terhadap unggahan inilah yang kemudian membawanya menjadi trending. Akhirnya, timbullah pro dan kontra yang dapat berakibat fatal. Apabila unggahan tersebut tidak benar akan tetapi karena banyaknya repost, retweet dan orang yang percaya, maka membuatnya seolah-olah menjadi benar. Pertama, yang dapat dilakukan agar tidak mudah terpancing adalah beristighfar, mencari kebenaran/tabayun, mencari informasi sebanyak yang bisa didapat. Minimal kita sudah membentengi diri dengan beragam pengetahuan terkait unggahan tersebut, sehingga tidak berkomentar dengan salah kaprah yang membuat maya susah.

Saran kedua, memahami UU ITE. Hal ini penting, sebab sebebas-bebasnya hidup dengan teknologi informasi tetap ada batasan-batasan yang harus dipatuhi. Apa itu UU ITE? Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi (kekuasaan mengadili)[2] yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. Tujuan dari adanya UU ITE ini salah satunya adalah memberikan rasa aman, keadilan dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi.[3] Ada banyak hal yang diatur dalam UU ITE, dari sekian banyak aturan tersebut, 6 diantaranya mengatur hal-hal yang harus kita hindari agar aman saat menggunakan media sosial, yakni melanggar kesusilaan (pasal 45 ayat 1), perjudian (pasal 45 ayat 2), penghinaan dan/atau pencemaran nama baik (pasal 45 ayat 3), pemerasan dan/atau pengancaman (pasal 45 ayat 4), menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen (pasal 45A ayat 1), menyebarkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) (pasal 45A ayat 2).[4] Nah, UU ini membuat maya merasa lega. Jadi, untuk pengguna medsos, pandai-pandailah membawa diri bersama maya. Sudahi berkomentar dengan kata-kata kasar, saling tuding, saling hujat, merendahkan dan mencaci-maki. Lebih baik mencuci muka saja, habis itu ngaca, tanyakan pada kaca siapa diri Anda sebenarnya, ada hubungan apa Anda dengan maya? Mereka yang membuat unggahan, bahkan mungkin tidak sempat membaca komentar-komentar kita. Jadi untuk apa? Buang-buang energi kan?

Ketiga, asas pemilihan umum di Indonesia salah satunya adalah rahasia, yang artinya suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia, hanya diketahui oleh pemilih itu sendiri. Jangan jadi tukang PHP ya, di medsos bilangnya pilih A pas di bilik ga jadi –karna milih maya–. Sebaiknya kita merahasiakan mana yang kita pilih. Tentunya berbekal landasan kriteria pemimpin yang baik, sehingga tidak menyesal di kemudian hari.

Terakhir, saya yakin orang baik pasti bisa memberi contoh bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk yang sudah baca blog saya hehehe. Terimakasih, semoga bermanfaat. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan.



[1] KBBI
[2] KBBI
[3] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik
[4] https://www.brilio.net/serius/6-aturan-di-uu-ite-ini-perlu-kamu-tahu-agar-aman-saat-bermedsos-170707d.html

Continue reading KAMPANYE MAYA

Thursday, November 8, 2018

SKD KEMENAG, LOLOS?


SKD KEMENAG, LOLOS?

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Awal November ini menjadi babak penentuan kedua pada tahapan CPNS —Seleksi Kemampuan Dasar (SKD)— bagi sebagian besar peserta seleksi CPNS 2018 Kementerian Agama Republik Indonesia setelah lolos tahapan seleksi administrasi akhir Oktober lalu. SKD menjadi bagian dari serangkaian seleksi CPNS yang semakin mendebarkan. Keberhasilan dalam SKD menentukan langkah selanjutnya, yakni Seleksi Kemampuan Bidang (SKB).

Pengumuman pelaksanaan SKD Kementerian Agama Kantor Wilayah Kalimantan Timur dirilis pada 31 Oktober 2018. Sebanyak 1.590 orang peserta SKD dibagi dalam 7 sesi pelaksanaan CAT. SKD sesi 1-3 dilaksanakan pada Sabtu 3 November, sedangkan sesi 4-7 pada Mingggu 4 November di aula Kemenkumham, Jl MT Hariyono, Samarinda.[1]

Persiapan SKD
Sebagai salah satu peserta SKD Kemenag Kaltim, saya akan berbagi pengalaman saya untuk teman-teman semua, terkhusus pejuang CPNS 2018. Kebetulan saya mendapat jadwal tanggal 4, jadi masih ada 3 hari untuk persiapan pesan travel juga penginapan, alhamdulillah semua diurus sama teman hidup. Rabu 31 Oktober, saya masih ngerjain beberapa layout karena pagi itu masih belum di share pengumungnnya. Setelah ada pengumuman beberapa kerjaan layout yang masuk saya pending. Tips pertama untuk kalian, setelah tahu jadwal usahakan persiapkan diri sebaik mungkin, hindari nongkrong yang kurang bermanfaat, atau ajakan kencan gebetan (jika memungkinkan). Manfaatkan sisa waktu yang ada untuk mempersiapkan akomodasi, cetak kartu ujian, packing barang bawaan jika memang harus menginap dan lainnya. Saya naik travel dari Sangatta jam 19.30 WITA, menyebrangi sungai, menuruni lembah dan halang rintang, sampai di penginapan di Samarinda 01.30 dini hari. Tips kedua, saya sarankan kalian untuk minum vitamin, atau suplemen penambah darah, untuk jaga-jaga biar kondisi tubuh tetap prima. Singkat cerita sudah pagi hari tanggal 4, waktunya tes. Jam 06.00 saya sudah persiapan, udah dimasakin juga sama chef hotel J tips ketiga sarapan atau makan sebelum masuk ke area ujian, untuk antisipasi pengunduran jadwal.

Pelaksanaan SKD
Peserta SKD Kemenag diharapkan hadir 2 jam sebelum pelaksanaan ujian dimulai. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya prosedur yang harus dilewati oleh masing-masing peserta. Tips keempat datang tepat waktu, dan ikuti instruksi  panitia. Berikut saya bagikan gambaran pelaksanaan SKD Kemenag Kaltim.

Pertama, peserta akan disilahkan menitipkan semua barang bawaan, yang dibawa oleh peserta adalah kartu ujian, KTP asli, bagi yang masih KTP sementara diwajibkan membawa Kartu Keluarga asli.
Kedua, peserta diarahkan untuk duduk di tempat yang disediakan dan menunggu giliran registrasi.
Ketiga, registrasi diawali dengan penandatanganan kartu peserta ujian oleh panitia, selanjutnya akan diverivikasi/dicocokkan kartu ujian dengan KTP, peserta akan ditanyai secara acak seperti, tanggal lahir, kota lahir, golongan darah dan lainnya terkait dengan identitas, bagi peserta yang memakai kacamata akan diminta untuk dilepas untuk melihat wajah peserta dengan foto yang ada di kartu ujian dan KTP, setelah itu boleh dipakai lagi (saya sebut ini meja panitia 1). Kemudian peserta disilakan untuk menandatangani presensi sebagai bukti kehadiran fisik (saya sebut ini meja panitia 2).
Keempat, peserta disilakan menunggu di tempat yang disediakan untuk mendapat giliran scan kartu ujian.
Kelima, scan kartu ujian di meja panitia (saya sebut ini meja panitia 3) setelah itu panitia akan menuliskan PIN peserta pada kolom yang ada di kartu peserta ujian.
Keenam, peserta disilahkan masuk ke ruang pemutaran video simulasi CAT. Video meliputi proses CAT dari awal log in hingga tahap selesai ujian, jadi untuk kalian yang belum punya gambaran seperti apa CAT tidak perlu khawatir.
Ketujuh, lima menit menjelang pelaksanaan ujian peserta akan diarahkan untuk diberikan stempel pada punggung tangan dilanjutkan pemeriksaan oleh pihak kepolisian (peserta perempuan diperiksa oleh polwan) untuk memastikan tidak ada kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh peserta. Peserta yang sedang hamil akan didahulukan, agar tidak terlalu lama berdiri saat mengantri. Peserta yang masih memakai jam tangan akan disilakan untuk melepas dan kemudian dititipkan kepada panitia.
Kedelapan, setelah memasuki ruang ujian peserta akan dibagikan kertas buram untuk melakukan kalkulasi, pensil sudah disediakan di meja ujian. Penempatan meja ujian, ikuti saja instruksi dari panitia.
Kesembilan, setelah semua peserta menempati meja ujian panitia akan memberikan penjelasan terkait pelaksanaan ujian, dan diakhiri dengan pemberian PIN sesi.
Kesepuluh, log in. masing-masing pesereta akan disilakan mengisi NIK, Nomor Peserta, PIN Peserta, dan Pin Sesi untuk log in. setelah berhasil melakukan log in, pastikan data yang muncul di layar sudah benar, dan peserta bisa langsung klik mulai ujian di layar monitor masing-masing. Waktu yang di sediakan adalah 90 menit. Di layar monitor juga ada count down lamanya waktu ujian, jadi kalian bisa me-manage waktu sebaik mungkin. Berdoalah sebelum memulai ujian.
Kesebelas, setelah selesai ujian skor SKD akan langsung tampil dengan atau tanpa mengklik Selesai Ujian. Setelah memastikan tidak meninggalkan kartu dan KTP (juga ngga bawa pulang pensil ujian) peserta disilakan keluar ruang ujian secara tertib, mengumpulkan kertas buram kepada panitia, mengambil barang (jam tangan) yang tadinya dititipkan pada saat pemeriksaan, mengambil barang (tas, dll) yang dititipkan ke panitia sebelum registrasi.

Hasil SKD juga ditampilkan secara real time di layar monitor yang ada di ruang tunggu registrasi dan di teras depan, jadi bagi para pengantar peserta bisa melihat skor peserta ujian secara real time pada saat peserta ujian masih berpusing-pusing mengerjakan ujian.

Tips kelima, niatkan ikuti ujian ini karena Allah, bukan karena ingin mengambil hati calon mertua atau mudah ngajuin kredit, hal ini sangat berguna untuk mempersiapkan hati apapun hasil tesnya.

Jika lolos SKD maka peserta dapat mengikuti tes lanjutannya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Soal Apa Saja yang Muncul di SKD
Soal yang saya gambarkan di sini berdasarkan soal SKD yang saya dapat, setiap peserta soalnya kemungkinan besar berbeda.

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Kalau kalian sudah belajar Pancasila dan UUD 1945, saya rasa itu cukup untuk menghadapi 35 soal TWK yang skor passing grade-nya 75. Artinya kalian butuh 15 soal benar dari 35 soal yang ada. Soal yang keluar diantaranya, pengamalan Pancasila, sebagian kecil pasal-pasal UUD 1945, dan soal lain yang menurut saya mirip dengan tes kemampuan pribadi.

Tes Intelegensi Umum (TIU)
Soal yang diujikan pada TIU hampir sama dengan soal-soal di buku atau e-book CPNS. Sedikit perbedaannya adalah dalam TIU saya kemarin ada sekitar 5 soal gambar (kira-kira, hampir sama soal psikotes kalau kalian daftar ke perusahaan swasta). Penerapan EYD, padanan kata, gagasan pokok, kalimat utama, silogisme, analisis, kalkulasi (akar pangkat, perkalian, pembagian), soal tentang sinonim dan antonim tidak ada (di TIU saya). Skor passing grade TIU adalah 80 untuk formasi umum, jadi kalian butuh 16 soal benar dari 30 soal yang ada. Sebaiknya kerjakan soal yang mudah dulu, tinggalkan soal analisis atau kalkulasi yang membutuhkan waktu lama, ingat kita hanya punya 90 menit untuk menyelesaikan 100 soal.

Tes Kemampuan Pribadi (TKP)
Banyak peserta yang skornya di bawah passing grade TKP. TKP sistem skoringnya berbeda dengan TWK atau TIU. TWK dan TIU tiap soal benar bernilai 5 dan tiap soal salah 0, sementara TKP tiap pilihan jawaban ada skornya rentang 1-5. Passing grade TKP 143 untuk 35 soal. Butuh minimal 29 soal dengan skor jawaban 5 untuk bisa lolos PG. Sebisa mungkin sediakan 40 menit, menurut saya 40 menit ini ideal jika mengerjakan di awal batas waktu 40 menit yang kita buat ini membuat kita ngga lupa waktu mengingat masih ada 50 menit sisanya untuk mengerjakan TWK dan TIU. Jika mengerjakan di akhir 40 menit ini cukup untuk sekalian mengecek soal yang belum dijawab. Soal TKP cukup panjang, pilihan jawabannya pun begitu, jadi buat kalian yang suka baca beruntunglah, karena minimal kalian ngga ngeluh waktu baca banyak bacaan, anggap aja suka baca itu adalah latihan skimming.

Ada yang bilang kalau ngga sempat baca soal karena waktu sudah mepet, baca saja pilihan jawaban, dan pilih yang paling baik. Tapi saya ngga merekomendasikan ini karena soal yang dibuat akan mengukur tentang sosial budaya, kreativitas dan inovasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi, kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain, kemampuan kerja sama dalam kelompok, pelayanan publik, teknologi informasi dan komunikasi, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar dan berkelanjutan, dan orientasi pada pelayanan. Jadi pilihan yang paling baik belum tentu sesuai dengan kriteria penilaian tersebut (setidaknya menurut saya pribadi). Ada yang bilang juga soalnya jauh dari tahun sebelumnya atau jauh dari buku-buku latihan CPNS, kalau menurut saya justru hampir sama, kalau kita sudah mengerjakan soal latihan minimal kita punya gambaran. Saya tidak punya tips selain manajemen waktu dan latihan membaca cepat untuk TKP, karena namanya TKP tentu pilihannya sesuai dengan pribadi masing-masing peserta.

Suka Duka SKD
Berikut ini saya ambil dari twet BKN, bersyukurlah kalian yang tidak perlu naik pesawat, naik travel/mobil sampai berjam-jam, dan penginapan karena tentu membutuhkan finansial yang memadai juga kekuatan fisik. Bersyukurlah yang bisa ujian dalam kondisi baik-baik saja tanpa rasa khawatir. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari SKD ini. Favorit saya nih kisah mbak Uswatun Hasanah yang mengkhususkan 15 menitnya disaat ujian untuk menunaikan kewajiban Shalat. Saya percaya Allah yang sudah mengaturnya, dan Allah tunjukkan kebesaran-Nya.* Lolos atau tidaknya kita tunggu saja pengumuman selanjutnya ya...

Semoga sharing kali ini bermanfaat buat kalian ya.
*) Cerita paling ngenes ada di twet paling akhir sih.









Saya mau ngucapin special thanks buat semua yang sudah doakan (ortu, mertua, suami, kakak, saudara, teman), buat mas Agung makasih sudah dilegalisirkan akreditasinya discankan pula, Sidiq, Endah, Joko, Arni, Furi, mas Ika, dan semua yang ngga bisa saya sebut satu-satu, yang sudah ngasih motivasi, semangat, doa, nasihat dan kisi-kisinya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.
Good Luck buat yang belum tes.

Wassalamualaikum



[1] Kaltim.kemenag.go.id

Continue reading SKD KEMENAG, LOLOS?