Sunday, September 1, 2019

WHAT I REALIZED IS


Dua bulan off posting blog. Karena ngga ada draft tulisan yang selesai satupun. Bulan Juli lalu saya mengawali karir sebagai seorang guru madrasah. Cerita versi suami bisa diklik di sini.

Kembali menjadi warga sekolah, membuat saya teringat kebiasaan saya saat masih berseragam putih merah. Hampir setiap hari Sabtu saya dan kakak biasanya menginap di rumah nenek. Pulang Minggu pagi. Jarak rumah beliau dengan rumah yang kami tinggali kira-kira 5 km. Jalanannya masih tanah. Embun rerumputan mix butiran debu membuat sandal kami licin tanpa digosok. Kadang kami memilih bagian jalan yang sudah limit1[1] jika malas kena embun, dingin. Kalau musim hujan, jalanan becek, kami memilih lepas sendal. Dari pada putus di tengah jalan. Jalanan tanah di musim hujan itu bikin sandal susah move on. Dari pada susah kan mending nggak usah. Kalau ada sepeda atau sepeda motor yang akan lewat di jalan selebar kira-kira 2 meter itu, kami akan minggir, bukan mundur.

Nyo, ki nggo cah loro, nggo sangu sekolah sesuk.”2[2] Kalimat itu terdengar merdu sekali. (Semoga mbah putri sehat selalu). Yang menyenangkan ketika pulang dari rumah nenek, biasanya kami diberi uang saku, kadang 1 ribu, kadang 2 ribu, untuk berdua.

Seingat saya nasi buatan Bu Basirah itu dulu harganya 2 ratus rupiah satu bungkus. Saya selalu menikmati kesempatan jajan itu. Karena mungkin hanya ada satu atau dua kesempatan dalam satu minggu. Selebihnya ibu saya selalu membuat saya sarapan di rumah, dan membawakan bekal untuk makan di sekolah. Sweet banget. Setelah saya menikah baru saya sadar, apa yang dilakukan ibu saya itu adalah perjuangan. Melawan ngantuk, memecahkan persoalan besok anakku sarapan apa, bekal apa. Dan bumbu keikhlasannya itu membuat masakan ibu menjadi yang paling enak.

Time flies. Memasuki masa-masa sibuk SMP dengan pilihan eskul. Waktu di sekolah semakin lama. Jeda waktu pulang sekolah dan eskul yang hanya sekitar 1 jam itu, kadang membuat saya berpikir enak kali ya bisa jajan di kantin. Nggak usah bawa bekal, berat. Setelah ada kesempatan untuk jajan di kantin kalau ibu lagi nggak sempat masak, timbul rasa tidak nyaman. Karena harus buru-buru, berebut, berdesakan pesan ke ibu kantin. Kadang sudah pesan tapi keserobot yang lain. Dan akhirnya setelah dapat yang dipesan nggak bisa menikmati makanan. Karena sudah capek ngantri, ndongkol diserobot, waktu jedanya tinggal dikit.

Dari sinilah awal mula ketaksukaan beli makan/belanja ditempat rame yang harus desak-desakan, ngantri tapi srobot-srobotan, apalagi kalau penjualnya budeg, suara keras yang dilayanin duluan. Serius ogah. Dari pada strok.

Maka dari itu dengan adanya layanan pesan antar seperti G*food atau G***food, saya sangat-sangat merasa terbantu. Untuk urusan makanan. Saya merasa selama ongkos antar wajar, sesuai budget, saya memilih bayar dari pada saya sendiri yang mengantri. Waktu yang dipakai untuk jalan menuju tempat makan dan mengantri, menunggu pesanan dibuat, bisa kita pakai untuk urusan yang lain. Lagi-lagi ini tentang pilihan masing-masing orang. Karena setiap orang punya preferensi.

Di sisi lain, kembali bekerja after married membuat saya tau alasan mendasar kenapa teman-teman saya dulu ketika sekolah diberikan uang saku (banyak). Tidak lain adalah tanggung jawab orang tua mereka untuk memenuhi kebutuhan primer sang anak, pangan. Memastikan mereka tak kurang satu apapun. Pastinya syarat dan ketentuan berlaku; jangan boros, jangan jajan aneh-aneh, jangan ini, jangan itu dan jangan yang lain-lain. 

Inilah yang saya sadari, setiap orang tua memiliki cara mereka sendiri untuk menyayangi anaknya. Memastikan terpenuhi semua kebutuhannya. Memastikan segalanya terpenuhi dengan layak. Memastikan anak tak kering akan harapan dan doa. Karena setiap tetes keringat dan air mata mereka tak lain adalah untuk kita, anaknya.



Doc:  anggadiandry



[1] Jalanan tanah yang tak lagi ditumbuhi rumput karena sering dilewati

[2] “Ini untuk kalian berdua, untuk uang saku sekolah”
Continue reading WHAT I REALIZED IS

Friday, June 28, 2019

MAKSUDKU NGGAK GITU


MAKSUDKU NGGAK GITU

Masalah abg –a-be-ge- cewe biasanya dimulai ketika dia sadar akan eksistensi dirinya. Keberadaan dirinya di lingkaran pertemanan; di hadapan teman tapi nyaman, gebetan, pacar, kakak kelas cantik #saingan, atau anak temen papa yang gantengnya masyaAllah. Muncullah pikiran bahwa semua harus tampak sempuna. Harus jadi pribadi menyenangkan, easy going, good looking. Pipi tirus, kaki jenjang, kulit putih mulus, tinggi semampai, nggemesin, otak encer.

Saya pernah ngerasain berada di umur 15 tahun, dimana saya mulai memperhatikan fisik. Saya lihat dikaca, saya ini kalau dalam kondisi biasa, nggak senyum dan nggak marah, kok mukanya keliatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin. PADAHAL MAKSUD DAN MAU SAYA NGGAK GITU. Sorry capslocknya nyala. Sementara temen-temen cewek saya, ketika mukanya biasa aja, kalau dilihat  meninggalkan kesan ramah, membuat jatuh hati, karena kelihatan kayak lagi senyum.

Waktu itu kebetulan masuk SMK kelas X ikut tonti, diajarin senyum. Supaya tetap kelihatan ceria dan semangat meskipun badan capek luar biasa. Diajarinnya begini, kaitkan (gigi depan bawah) ke depan (gigi depan atas). Tarik bibir kanan satu cm dan bibir kiri satu cm. Coba ngaca! Pegel. Nggak bertahan lama. Perasaan iri itu masih tetap ada. Jadi gimana, ya masih tetep nggak ada solusi.

Time lapse, sekarang ceritanya udah kuliah semester 3. Ternyata dengan muka yang kelihatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin ini ada yang mau jadiin saya pacar. Jadian, LDR, banyak masalah, putus. Oh God. Kejadiannya nggak sesimpel itu. Waktu itu saya sering mempertanyakan, apa sih kurangnya saya? Bodo banget, banyaklah. Si doi bilang, “Kamu ngga kurang. Kamu terlalu sempurna untukku, kamu pantas mendapatkan yang lebih dari aku”. Siapa yang pernah jawab gini? Kamu jahat. Bilang aja kurangnya apa, letak salahnya di mana. Itu lebih laki.

Jawaban itu membuat saya merasa semakin terpuruk. Semakin merasa buruk. Apalagi ada pembandingnya, yang jelas muka selebgram, badan SPG. Nangis 😭. Baiklah. Saya mulai cari solusi, yes, peninggi badan. Gara-gara ini saya jadi ikut MLM. Setelah menghabiskan produk senilai kurang lebih 1,2 juta tinggi badan saya nambah, 3 cm. Pun nggak merubah apa-apa, masih aja tetep keliatan pendek gitu loh. Emang dasarnya. Tapi kegiatan jual beli di MLM ini lumayan menguntungkan. Akhirnya saya bisa beli wedges, baju baru, facial, beli krim siang & malam. Pake duit sendiri. Itu menyenangkan. Selain itu pengembangan diri di MLM membuat saya lebih banyak bersosialisasi. Untung putus, haha. Mungkin akan saya ceritakan perjalanan MLM ini di postingan selanjutnya.

Doc. pribadi, join MLM (dua dari kiri) 2015

Saya sudah pakai nih peninggi badan, wedges, baju yang lebih enak diliat, udah juga perawatan. Si doi nggak balik. Setelah si doi nggak ada tanda-tanda untuk balik, maka saya mencoba untuk mengesampingkan ingatan-ingatan tentang itu. Yang saya lakukan adalah menyibukkan diri jualan, kerja, berpasrah pada Tuhan dan menyelesaikan kuliah. Tentunya dengan kekuatan doa orang tua, juga dukungan banyak teman. Akhir cerita, saya pun hadir dalam acara resepsi pernikahannya, pertengahan 2017 lalu. Alhamdulillah.

Doc. pribadi, (belakang enam dari kiri) 2016

Saya merekomendasikan buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” terjemahan “The Magic of Thingking Big” karya David J. Schwartz, dari buku ini saya memahami ketidakkembaliannya si doi, dan saya pun tidak menginginkan itu lagi. Butuh waktu lama, and it won’t be easy. Hikmah yang saya ambil dari my own story ini, saya temukan di vidio youtube Gita Savitri Devi, “Why I Stopped Photoshopping My Face”. Mengejar kesempurnaan bentuk fisik akan membuat saya kelelahan. Dan nggak akan terjadi. Saya harus menerima apapun kondisi saya dilahirkan. Yang mukanya keliatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin ini. Yang pendek ini. I have to love it. Karena ini pemberian terbaik dari Tuhan. Daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan kesempurnaan yang jauh dari jangkauan, ternyata ada banyak hal bermanfaat yang bisa dilakuin.

Ini cerita pertama tentang self acceptance, nanti bakal ada cerita lanjutan. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Continue reading MAKSUDKU NGGAK GITU

Thursday, May 30, 2019

BELAJAR DARI PUTRI JEPARA


BELAJAR DARI PUTRI JEPARA


https://media.karousell.com/media/photos/products/2018/05/10/panggil_aku_kartini_saja_1525918498_fac2ac7e.jpg

Kutipan di bawah ini saya ambil dari buku Panggil Aku Kartini Saja­  ̶ ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Buku ini terdiri dari 4 jilid. Dua diantaranya   ̶ jilid III dan IV ̶  hilang akibat vandalisme 13 Oktober 1965. Saat ini jilid I dan II diterbitkan oleh Lentera Dipantara dalam satu buku  ̶ Panggil Aku Kartini Saja­.

Surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, 10 Juni 1902.

Dan mengapakah kami merasa perlu tinggal untuk sementara waktu di Eropa? Ialah untuk membebaskan diri kami dari pengaruh-pengaruh mengganggu yang diberikan oleh pendidikan Pribumi, yang tidak dapat kami hindarkan ini!
Orang-orang Eropa yang paling asing pun, sekalipun sebanyak satu batalyon, kata dik R., tak gentar kami menemuinya; terhadap seorang Jawa yang tak kami kenal, seorang saja, larilah kami bersembunyi seperti siput di dalam kepompong kami.
                Kami hendak bebaskan diri  kami sama sekali dari ikatan-ikatan yang melekat adat kuno kami yang mau lekat saja ini, yang pengaruhnya tak dapat kami hindari; segala prasangka yang masih lekat pada kami dan menghambat kemajuan kami akan kami bebaskan, agar jiwa kami menjadi segar dan bebas, agar makin lebarlah sayap yang dikepakkan, demi kebaikan usaha yang kami lakukan.
                Itulah sebabnya kami harus tinggal di lingkungan lain negeri asing dengan kebiasaan dan adatnya serta keadaan-keadaan yang lain. Kami harapkan Eropa dapat memberikan kepada kami persiapan-persiapan yang lebih baik, memberikan kepada kami kelengkapan untuk menggarap tugas kami yang akan kami tunaikan; bahwa ia akan memperdaya kami, dan menziarahi kami terhadap anak panah-anak panah berbisa yang bakal dilepaskan orang-orang sebangsa kami kepada kami, karena kami lebih tabah daripada mereka.
                Eropa pasti akan ajarkan kami untuk jadi bebas sesungguhnya.

Semula tulisan ini akan saya unggah pas di bulan kelahiran RA Kartini  ̶ bulan lalu. Tetapi karena stagnasi, jadi baru bisa diunggah sekarang  ̶ bulan ramadhan.

“Kami hendak bebaskan diri  kami sama sekali dari ikatan-ikatan yang melekat adat kuno kami...”
Adat kuno pada masa itu, seperti gadis bangsawan tidak boleh keluar istana/karesidenan/ kadipaten tanpa pengawalan, tidak boleh bergaul dengan rakyat biasa, tidak dibenarkan berpendidikan tinggi, pada akhirnya hanya akan menemui masa pingitan, menikah, dan mengurus kehidupan rumah tangga.

“... yang mau lekat saja ini, yang pengaruhnya tak dapat kami hindari;...”
Memang adat melekat sejak pertamakali ia lahir, sebagai putri dari seorang bupati. Dikisahkan dalam buku ini, begitu banyak tulisan-tulisan kartini dalam bahasa Belanda yang kemudian hanya ia simpan. Satu saja kesalahan maka dampaknya bukan hanya terhadap dirinya, tetapi juga pada ayahanda terkasih. Mungkin juga rakyatnya.

segala prasangka yang masih lekat pada kami dan menghambat kemajuan kami akan kami bebaskan, agar jiwa kami menjadi segar dan bebas, agar makin lebarlah sayap yang dikepakkan, demi kebaikan usaha yang kami lakukan.

Mari kita cermati bersama “Itulah sebabnya kami harus tinggal di lingkungan lain negeri asing dengan kebiasaan dan adatnya serta keadaan-keadaan yang lain.”

Ada peribahasa Jawa “Desa mawa cara, negara mawa tata.” Setiap daerah memiliki adat dan kebiasaan masing-masing. Di dalamnya menimbulkan situasi tertentu yang mengharuskan penduduknya untuk menjadi nyaman dengannya.

Sampai hari ini, saya belum pernah menjalani kehidupan sebenarnya di negeri asing, hanya dari katanya. Tapi, hari ini saya benar mengalami hidup di kota orang. Sejarak Jogja-Samarinda. Satu hal baru yang saya dapat selama 2 minggu tinggal di Samarinda adalah pemaknaan kata turun. Di Jogja umumnya turun itu menggambarkan fluktuasi ke angka kecil, berhenti atau beralih naik kendaraan, perolehan sesuatu (beasiswa, sembako), juga lengser jabatan.

Tanggal 27 Mei, mereka harus sudah turun,” kata Kepala TU sekolah. Saya mulai berpikir-pikir, mencari tau apa makna turun dari pernyataan ini. Setelah berhari-hari ternyata turun di sini juga dimaknai terjun (masuk sekolah).

Setelah itu saya bertanya-tanya lantas saya harus bilang apa ke tukang ojek, “Pak, saya turun di sini saja.” Apa turunnya juga akan dimaknai sama. Tidak, tukang ojek tidak sesaklek itu.

Ini hanya satu kosa kata, belum yang lainnya. Benar bahwa di lingkungan lain negeri asing  kebiasaan dan adatnya serta keadaan-keadaan juga lain. Seluas alam semesta ini Tuhan memberi kesempatan kepada manusia untuk belajar saling mengerti, bertoleransi. Sebanyak umat di dunia ini Tuhan ciptakan untuk saling mengenal dan mengamini kebesaranNya.


Continue reading BELAJAR DARI PUTRI JEPARA

Sunday, March 31, 2019

PEMBERKASAN CPNS KEMENAG


PEMBERKASAN CPNS KEMENAG 

Alhamdulillah, ada kesempatan untuk sharing lagi tentang proses penerimaan CPNS. Kali ini tentang proses pemberkasan. Setelah menunggu pengumuman, dan menjawab pertanyaan netizen “kapan pengumuman?”. Sebelumnya sudah saya share yakni, seleksi administrasi, tes SKD, dan tes SKB. Bagi yang belum baca bisa langsung klik linknya. Surat pengumuman peserta lolos SKB dirilis melalui akun Telegram Kementerian Agama RI pada 15 Januari lalu. Beberapa hari berselang dirilis panduan pemberkasan beserta jadwal pemberkasan oleh masing-masing Kantor Wilayah Kemenag daerah, dalam hal ini Kanwil Kemenag Kalimantan Timur. Bisa klik link ini untuk melihat panduan pemberkasannya.


Selama masa penantian pengumunan peserta yang lolos SKB dan berhak mengikuti pemberkasan ini ada satu kejadian yang waktu itu membuat seluruh peserta geger, sangat ramai, di medsos seperti Twitter dan grup Telegram/Whatsapp. Beberapa instansi sudah mengeluarkan pengumumannya, sementara kemenag belum. Pada saat itu untuk memudahkan pemberkasan BKN memberikan kemudahan dengan memberikan link perbaikan DRH (daftar riwayat hidup) bagi mereka yang lolos SKB. Karena penasaran, banyak dari peserta CPNS Kemenag pun ikut ngecek.


Pic: twitter @BKNgoid

Alhasil, ada yang di dalam akunnya terdapat link DRH dan ada yang tidak. Muncullah berbagai spekulasi dengan argumen masing-masing peserta. Yang paling menyeruak adalah, bagi yang muncul link DRH maka lolos ke pemberkasan, begitu sebaliknya. Namun, hal ini tidak berlangsung lama karena sehari berselang setelah kegegeran link tersebut dihidden oleh pihak berwajib. (tetep bisa di cek ada aja caranya 😎)


Pic: doc pribadi

Setelah pengumuman diterima, tentunya banyak berkas yang harus disiapkan. Butuh waktu, apalagi legalisir ijazah dari SD-S1 (jika diminta legalisir semuanya). Ada baiknya permasalahan seperti KTP, nama/tanggal lahir yang tidak sesuai antara ijazah dan KTP, diurus jauh-jauh hari. Berkas yang diperlukan diantaranya yakni,

Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 5 (lima) lembar;
Fotokopi KTP;
Fotokopi ijazah/STTB terakhir dan Transkrip Nilai;
Daftar Riwayat Hidup bermaterai Rp. 6.000,-;
Surat pernyataan bermaterai Rp. 6.000,-;
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
Surat keterangan sehat jasmani dan rohani;
Surat keterangan bebas narkoba.

Masing-masing instansi memiliki form dan ketentuan yang berbeda mengenai pemberkasan, jadi kalau instansi yang dilamar adalah Kemenag maka ikuti saja apa yang disampaikan oleh Kemenag. Perhatikan secara teliti masing-masing persyaratan. Misalnya, terdapat keterangan bermaterai 6000, maka tempellah materai pada berkas, dengan materai 6000 jangan yang lain. Kemudian, keterangan legalisir, maka perhatikan betul legalisir (surat tersebut menjadi legal) dengan tanda tangan pihak berwenang, stempel instansi, nomor legalisir, tanggal legalisir dan sebagainya jangan sampai ada yang terlewat. Saya ingat betul karena pada seleksi administrasi ada teman dari kemenag Riau yang bercerita bahwa tanpa nomor dan tanggal legalisir dapat menggagalkan seleksi. Yang membedakan pada proses pemberkasan ini dengan seleksi administrasi adalah pihak BKN bekerjasama dengan instansi akan menghubungi peserta CPNS yang berkasnya dianggap tidak lengkap (BTL/Berkas Tidak Lengkap) sehingga dapat mengganti atau memperbaiki berkas tersebut. Klik link ini untuk cek kasus BTL CPNS Kemenag.

Terimakasih sudah baca, dan terimakasih untuk tidak tanya “penempatan dimana?”, “kapan penempatannya?” sementara saya pun belum tahu 😅.
Salam semangat.

Continue reading PEMBERKASAN CPNS KEMENAG

Friday, February 8, 2019

TIPS MENANGANI KUKU KAKI CANTENGAN


TIPS MENANGANI KUKU KAKI CANTENGAN

Siapa yang pernah ngalamin ini? Pasti banyak ya, milenial juga ngga lepas dari cantengan. Saya juga. Kuku kaki dapat mengalami cantengan karena berbagai hal. Misalnya, pemakaian kaos kaki dan sepatu yang kekecilan. Dipaksakan. Apalagi kalian yang suka pakai sepatu hak tinggi dan runcing bagian depan.

Kalau selama ini khilaf dalam merawat kuku kaki, sebaiknya segera insyaf ya. Cantengan bisa dihindari dengan merawat kuku kaki secara rutin. Memotong dan membersihkan kuku secara berkala. Juga menjaga kelembaban kuku dan kulit jari-jari kaki. Kalau nggak mau repot, ya tinggal ke salon/tempat perawatan kecantikan minta pedicure. Biar mbaknya aja yang menikmati keharumannya. Ingetin mbaknya buat make masker ya ✌.

Cantengan itu sangat menyiksa. Buat berdiri nahan badan sakit. Jalan pun demikian. Apalagi pas lagi cantengan kepatunya keinjek temen. Atau pas lagi cantengan kepentok kaki meja/kursi, aaww banget kan.

Berdasarkan pengalaman pribadi di postingan kali ini saya mau berbagi tips, cara yang saya pakai untuk mengatasi cantengan. Cantengan yang saya alami ini karena kebiasaan saya memotong kuku kaki terlalu pendek alias sampai mentok. Jadi, ketika kukunya sudah tumbuh lagi nyundul kulit depannya.

Tips Pertama
Tips ini saya dapat dari youtube chanel Dokter Oz. Pastikan kuku yang mau ditreatment sudah dibersihkan. Alat dan bahan yang dibutuhkan gampang banget, yaitu kapas, gel aloevera, dan pinset.
Siapkan selembar kapas. Olesi kapas dengan gel aloevera. Selain untuk melembabkan juga untuk membuat kapas itu nantinya kalau dilepas tidak nyangkut di kuku. Selipkan kapas di sela kuku dengan bantuan pinset.

Dok. pribadi
Diamkan selama semalaman. Saya jamin rasanya senut-senut. Lakukan secara berulang sampai tidak sakit lagi. Kalau saya 3 kali cukup lah, sampai kuku sedikit memanjang.

Dok. pribadi

Dok. pribadi

Tips kedua
Tips ini biasa dilakukan oleh tenaga profesional. Biasanya penyebabnya adalah kuku yang tumbuhnya menyamping/terlalu kedalam atau cantengan yang sudah parah banget. Sudah tidak bisa lagi diatasi dengan diganjelin kapas.

Langkah pertama adalah dengan memotong sedikit ujung kuku.

Dok. youtube

Kemudian melalui ujung yang dipotong tersebut dikikis sampai ke pangkal kuku menggunakan alat khusus, yang dipastikan tajam dan steril. Hal ini dimaksudkan agar kuku yang tumbuh tersebut dapat diambil. Dan mengakhiri penderitaan.

Dok. Youtube

Dok. youtube


Setelah kuku yang tumbuh menyamping itu diambil kemudian jarinya dibersihkan (saya tidak tahu mungkin menggunakan semacam sterilizer, cairan untuk membantu menghentikan pendarahan dan mengeringkan luka). Kemudian dibalut dengan kasa hingga lukanya sembuh.

Dok. youtube

Dok. youtube

Nah inilah tips yang dapat saya bagikan, semoga dapat membantu teman-teman yang mengalami cantengan untuk sembuh.


Continue reading TIPS MENANGANI KUKU KAKI CANTENGAN

Saturday, January 5, 2019

SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) KEMENAG KALIMANTAN TIMUR


SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) KEMENAG KALIMANTAN TIMUR

Doc: Kemenag Kaltim

Alhamdulillah, 11 Desember 2018 menjadi titik terang bagi para peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) -termasuk saya- yang menanti kepastian. Ikut SKB atau tidak. Pengumuman hasil SKD dirilis oleh Kemenag RI, sementara jadwal pelaksanaan SKB oleh Kanwil Kemenag masing-masing daerah. Alhamdulillah lagi, saya termasuk salah satu yang bisa ikut SKB. Bisa ikut SKB aja udah seneng, itung-itung piknik ke Samarinda. 😅 Setelah mendapatkan jadwal pelaksanaan yang dirilis Kemenag Kanwil Kaltim 13 Desember 2018, saya langsung pesan travel dan penginapan. Urusan pesan memesan travel/penginapan harus benar-benar dipastikan karena berhubungan dengan budget, kepastian perjalanan, dan tempat menginap. Nggak lucu kan kalau sudah dapat pengumuman SKB eh ketinggalan travel, atau nggak dapet travel untuk perjalanan? (khusus buat yang perjalanannya jauh dan ngga ada yang nganterin pake motor, mobil atau pesawat pribadi ya, 😅). Untungnya sekarang ini sudah banyak aplikasi yang mempermudah booking hotel/penginapan, saya sangat terbantu. Penginapan di sekitar Kanwil Kemenag Samarinda harganya sangat beragam ada yang harganya seratus ribuan sampai jutaan, tentunya dengan pelayanan dan fasilitas yang berbeda. Yeayy, dan saya mau merekomendasikan satu penginapan, tempat kemarin saya menginap. AS Guest House, seriusan ini bukan endorse. Sepenuhnya karena kepuasan saya, tempatnya rapi, bersih, dan nyaman banget (untuk harga Rp 125.000,- per malam) dibanding penginapan yang saya pesan waktu ikut SKD. Fasilitasnya lengkap ada kamar mandi dalam, AC, TV, wifi juga loundry. Apalagi buat yang suka olahraga ini recomended banget karena guest house satu ini nyediain tangga naik ke lantai atas dan turun kelantai bawahnya, asli bisa sambil melatih otot kaki. Kalau mau kepoin, klik aja tautan AS Guest House.

Transportasi dan penginapan sudah beres. Lanjut ke persiapan, barang-barang yang wajib dibawa saat SKB, saya sebutin satu-satu ya.
1.      Kartu ujian
2.      KTP
3.      Portofolio/bukti karya/prestasi diri (piagam, jurnal, karya tulis), serdik (bagi yang punya), SK (bagi yang punya),
4.      Alat tulis, termasuk clipboard.
Nah ada 4 yang wajib banget dibawa untuk mengikuti SKB. Poin ke-3 bawanya 2 rangkap, untuk diserahkan kepada penguji ujian praktik dan pewawancara. Pakaian yang digunakan masih sama seperti pada saat SKD, atasan putih, bawahan gelap, sepatu formal, dan jilbab gelap (bagi yang pakai jilbab).

Informasi yang saya dapat dari web kemenag kaltim SKB diikuti oleh 314 peserta. Bertempat di MAN 2 Samarinda mulai dari tanggal 17 sampai dengan 19 Desember 2018. Tanggal 17 Psikotest. Tanggal 18-19 ujian praktik dan wawancara. Bagi yang mendapat jadwal ujian praktik tanggal 18, maka wawancaranya tanggal 19, berlaku sebaliknya. Hari pertama ujian saya berjalan kaki dari penginapan sampai MAN, jaraknya kurang lebih 800 meter. Pagi itu hujan. Semua berjalan dengan baik, mulai dari pengumuman oleh panitia melalui pengeras suara, penngecekan kelengkapan sebelum masuk ruang ujian, pembacaan tata tertib, tanda-tangan kehadiran, hingga pelaksanaan ujian pukul 08.00 WITA. Saya sadar setelah sampai di penginapan, ternyata ada yang terlewat. Saya lupa membubuhkan tanda tangan pada kolom LJK. Saya sudah pesen makan waktu itu dan makanan saya datang. Yang tadinya rasa lapar melanda, seketika nafsu makan saya hilang. Dan ya, mulai menitikkan air mata. 😭Saya telfon suami, WA sahabat, cerita bla bla bla, setelah itu saya coba hubungi panitia, tapi apa daya mereka mengatakan mereka hanyalah pelaksana saja, keputusan di tangan pusat. Meskipun instansi lain telah menggunakan CAT entah kenapa Kemenag masih menggunakan LJK. Tak apalah, kesalahan murni ada pada saya. Akhirnya saya searching tentang LJK tak bertanda tangan. Artikel-artikel yang saya baca menyebutkan bahwa LJK tetap bisa diproses. Nilai akan tetap keluar. Oke, saya putuskan untuk makan saja 😁 karena besok masih ada ujian praktik. Lupakan tes papi, dan soal-soal TPA yang nampaknya kurang validasi. Ada soal yang tidak ada jawabanya, dan beberapa soal sama persis diulang. Teman sesama peserta juga merasakannya.

Jadwal ujian praktik dan wawancara baru diumumkan selepas psikotest. Apa saja yang akan diujikan tidak ada pemberitahuan sama sekali. Yang diberitahukan hanya bobot penilaian, psikotest 30%, ujian praktik 35%, dan wawancara 35%. Sehingga banyak yang bingung termasuk saya. Ujian praktik harus menyiapkan apa. Karena saya mendaftar formasi guru, kemungkinan besar ujian praktiknya adalah microteacing. Entah materi ditentukan penguji, yang artinya saya siap atau tidak harus menyampaikan materi yang diujikan untuk mengajar. Atau materi pilih sendiri, dengan demikian saya bisa menyiapkan sesempurna mungkin. Malam hari menjelang ujian praktik, saya membuat power point materi dan alat peraga. RPP sudah saya siapkan beberapa hari sebelum pengumuman dirilis. Kemarin saya pilih materi bangun ruang. Malam itu saya bikin kerucut dan tabung dari bahan-bahan yang saya bawa dari rumah. Tujuannya adalah untuk kesiapan saya pribadi. Bagaimanapun ujiannya nanti, yang penting saya sudah menyiapkan diri.

Tanggal 18, sama seperti kemarin saya jalan kaki lagi. Tapi tidak hujan. Pagi itu peserta tidak nampak berkerumun sebanyak kemarin, karena jadwal sudah ditentukan dan peserta boleh datang 1 jam sebelum ujian dimulai. Disediakan ruang tunggu. Dipersilakan memasuki ruang tunggu 30 menit sebelum ujian dimulai. Diberikan pengarahan. Ketika saya sudah masuk ruangan tersebut, panitia menyampaikan jika di  ruang ujian akan ada 2 penguji. Kemudian ada yang bertanya apakah nanti materinya ditentukan atau memilih sendiri, panitia menjawab materi ditentukan. Disitu saya mulai deg-deg-an J my turn. Sebelum masuk, saya tanda tangan kehadiran yang telah disediakan oleh panitia. Memasuki ruangan dengan salam, memperkenalkan diri, dan menyerahkan portofolio, lanjut 20 menit microteaching. Materi bebas, artinya boleh menggunakan materi yang telah disiapkan. Selesai melakukan microteaching, saya diminta menampilkan powerpoint saya, dan kekurangan saya waktu itu adalah, saya memakai vidio pembelajaran dari youtube yang saya potong di bagian yang saya pakai, seharusnya saya bikin sendiri animasi tersebut. Disitu dinilai kemampuan kita dalam menguasai teknologi sebagai penunjang pembelajaran. Akhirnya saya diminta menggambar kerucut disitu, karena laptop saya tidak diinstal Adobe Flash, saya pikir cepat saja saya buat di ms. word saja, walaupun nilainya pasti lebih maksimal kalau memakai aplikasi tentunya. Saya juga ditanya ngetik rumusnya pakai apa, saya jawab pakai math type. Setelah itu saya disodori selembar kertas berisi tulisan berbahasa Inggris. Saya diminta menerjemahkan. Oke, mudah sekali. The most important thing in this world is learning and teaching. Yang kedua saya disodori selembar kertas bertuliskan Arab. Saya diminta menerjemahkan, oh nooo. Saya bilang tidak bisa. Akhirnya saya diminta mengartikan surat Al-Fatihah, okelah. Tanpa terasa, 30 menit berlalu. Menit-menit penuh kegugupan dan penyesalan. Gugup karena ujian, dan menyesal karena memang dari kecil tidak pernah belajar bahasa Arab. Taunya hanya kata nahwu dan sharaf, sedikit dhomir, anti, anta, antum, antuma, antunna. Sempat belajar apa itu isim, fiil, hurf. Tapi apa daya, berlalu begitu saja. Astaghfirullah. Pulang ujian jalan kaki, sambil merenung.

Oke sisa hari terakhir ujian, yes wawancara. Dapat informasi dari teman-teman di grup telegram kalau tes wawancara pertanyaan yang diajukan seputar wawasan kebangsaan yang sifatnya aplikatif dan wawasan keagamaan termasuk baca tulis Quran. Setelah saya jalani memang iya, hampir sama dengan soal-soal TWK dan TKP di SKD lalu. Dalam rangkaiannya saya juga diminta praktik sholat, Subuh, mulai niat, takbir, iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, ruku’. Saya juga diminta melafalkan bacaan qunut, dan tasyahud. Saya rasa ini bukan masalah, hanya bagi teman-teman yang tidak memakai qunut mungkin menyisakan kekhawatiran. Setelah itu membaca Quran, dan menulis kalimat Ash shalaatu khoirum minan naum. Cukup mudah, kan sering lihat di TV, 😁. Padahal malam sebelum wawancara yang saya pelajari adalah surat-surat Quran juz 30. Fyi, tes wawancaranya ini pakai aplikasi di komputer penguji sudah ada pertanyaan-pertanyaannya. Harapan saya, keterlibatan saya dalam MTQ kabupaten beberapa tahun terakhir mendapat penilaian tersendiri. Jadi, nilai wawancara hari ini bisa maksimal.

SKB selesai, menunggu pengumuman lagi. Thanks lagi-lagi untuk semua orang.
Semoga bermanfaat, bye. 😎

Continue reading SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) KEMENAG KALIMANTAN TIMUR