Friday, June 28, 2019

MAKSUDKU NGGAK GITU


MAKSUDKU NGGAK GITU

Masalah abg –a-be-ge- cewe biasanya dimulai ketika dia sadar akan eksistensi dirinya. Keberadaan dirinya di lingkaran pertemanan; di hadapan teman tapi nyaman, gebetan, pacar, kakak kelas cantik #saingan, atau anak temen papa yang gantengnya masyaAllah. Muncullah pikiran bahwa semua harus tampak sempuna. Harus jadi pribadi menyenangkan, easy going, good looking. Pipi tirus, kaki jenjang, kulit putih mulus, tinggi semampai, nggemesin, otak encer.

Saya pernah ngerasain berada di umur 15 tahun, dimana saya mulai memperhatikan fisik. Saya lihat dikaca, saya ini kalau dalam kondisi biasa, nggak senyum dan nggak marah, kok mukanya keliatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin. PADAHAL MAKSUD DAN MAU SAYA NGGAK GITU. Sorry capslocknya nyala. Sementara temen-temen cewek saya, ketika mukanya biasa aja, kalau dilihat  meninggalkan kesan ramah, membuat jatuh hati, karena kelihatan kayak lagi senyum.

Waktu itu kebetulan masuk SMK kelas X ikut tonti, diajarin senyum. Supaya tetap kelihatan ceria dan semangat meskipun badan capek luar biasa. Diajarinnya begini, kaitkan (gigi depan bawah) ke depan (gigi depan atas). Tarik bibir kanan satu cm dan bibir kiri satu cm. Coba ngaca! Pegel. Nggak bertahan lama. Perasaan iri itu masih tetap ada. Jadi gimana, ya masih tetep nggak ada solusi.

Time lapse, sekarang ceritanya udah kuliah semester 3. Ternyata dengan muka yang kelihatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin ini ada yang mau jadiin saya pacar. Jadian, LDR, banyak masalah, putus. Oh God. Kejadiannya nggak sesimpel itu. Waktu itu saya sering mempertanyakan, apa sih kurangnya saya? Bodo banget, banyaklah. Si doi bilang, “Kamu ngga kurang. Kamu terlalu sempurna untukku, kamu pantas mendapatkan yang lebih dari aku”. Siapa yang pernah jawab gini? Kamu jahat. Bilang aja kurangnya apa, letak salahnya di mana. Itu lebih laki.

Jawaban itu membuat saya merasa semakin terpuruk. Semakin merasa buruk. Apalagi ada pembandingnya, yang jelas muka selebgram, badan SPG. Nangis 😭. Baiklah. Saya mulai cari solusi, yes, peninggi badan. Gara-gara ini saya jadi ikut MLM. Setelah menghabiskan produk senilai kurang lebih 1,2 juta tinggi badan saya nambah, 3 cm. Pun nggak merubah apa-apa, masih aja tetep keliatan pendek gitu loh. Emang dasarnya. Tapi kegiatan jual beli di MLM ini lumayan menguntungkan. Akhirnya saya bisa beli wedges, baju baru, facial, beli krim siang & malam. Pake duit sendiri. Itu menyenangkan. Selain itu pengembangan diri di MLM membuat saya lebih banyak bersosialisasi. Untung putus, haha. Mungkin akan saya ceritakan perjalanan MLM ini di postingan selanjutnya.

Doc. pribadi, join MLM (dua dari kiri) 2015

Saya sudah pakai nih peninggi badan, wedges, baju yang lebih enak diliat, udah juga perawatan. Si doi nggak balik. Setelah si doi nggak ada tanda-tanda untuk balik, maka saya mencoba untuk mengesampingkan ingatan-ingatan tentang itu. Yang saya lakukan adalah menyibukkan diri jualan, kerja, berpasrah pada Tuhan dan menyelesaikan kuliah. Tentunya dengan kekuatan doa orang tua, juga dukungan banyak teman. Akhir cerita, saya pun hadir dalam acara resepsi pernikahannya, pertengahan 2017 lalu. Alhamdulillah.

Doc. pribadi, (belakang enam dari kiri) 2016

Saya merekomendasikan buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” terjemahan “The Magic of Thingking Big” karya David J. Schwartz, dari buku ini saya memahami ketidakkembaliannya si doi, dan saya pun tidak menginginkan itu lagi. Butuh waktu lama, and it won’t be easy. Hikmah yang saya ambil dari my own story ini, saya temukan di vidio youtube Gita Savitri Devi, “Why I Stopped Photoshopping My Face”. Mengejar kesempurnaan bentuk fisik akan membuat saya kelelahan. Dan nggak akan terjadi. Saya harus menerima apapun kondisi saya dilahirkan. Yang mukanya keliatan kayak orang cemberut, sombong dan nyebelin ini. Yang pendek ini. I have to love it. Karena ini pemberian terbaik dari Tuhan. Daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan kesempurnaan yang jauh dari jangkauan, ternyata ada banyak hal bermanfaat yang bisa dilakuin.

Ini cerita pertama tentang self acceptance, nanti bakal ada cerita lanjutan. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Continue reading MAKSUDKU NGGAK GITU