Tuesday, October 9, 2018

PEKAN RAYA KUTAI TIMUR EXPO 2018


PEKAN RAYA KUTAI TIMUR EXPO 2018


Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2018 merupakan expo ke-2 yang saya kunjungi sebagai warga baru Kutim, setelah expo di Town Hall beberapa waktu lalu. PRKE adalah rangkaian acara dalam rangka memeriahkan Hari jadi Kutai Timur ke-19 pada 12 Oktober 2018. Acara ini bertempat di Graha Expo Center, Jl. A.W. Syahranie, Teluk Lingga, Sangatta Utara, Kutai Timur.


Pekan Raya Kutim Expo 2018

Mengusung produk-produk unggulan daerah, Pekan Raya Kutim Expo yang diikuti oleh 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur ini berhasil menarik perhatian warga sekitar termasuk saya untuk datang dan menikmati gelaran ini. Beberapa kecamatan tersebut diantaranya adalah Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Wahau, Muara Bengkal, Sandaran, Kaubun, Busang, Batu Ampar, Muara Ancalong, Bengalon dan lainnya. Diantara stan yang saya lewati saya terkesan dengan stan Kecamatan Busang yang menampilkan pernak-pernik kerajinan khas Kutai Timur.


Stan Kecamatan Busang

Resmi dibuka oleh Bupati Kutai Timur, Bapak Ir. H. Ismunandar, MT, Pekan Raya berlangsung mulai tanggal 6 hingga 13 Oktober 2018. Wakil Bupati Kutai Timur, Bapak H. Kasmidi Bulang, ST. MM. selaku Ketua Panitia HUT Kutim menyatakan bahwa Kutim Expo dimeriahkan oleh 213 stan dari berbagai elemen masyarahat, perusahaan, pemerintahan, organisasi pemuda hingga organisasi vertikal di Kabupaten Kutai Timur.1

Dibukanya stan dari berbagai dinas pemerintah daerah tentunya akan memberikan banyak informasi sekaligus edukasi kepada warga Kutai Timur tentang program-program yang digalakan dan kinerja pemerintahan seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, KPU, dan lainnya. Di masing-masing stan kita akan disilakan untuk mengisi daftar kunjungan/buku tamu, melihat secara langsung apa saja isi stan, ataupun menanyakan kepada petugas jaga apabila ada hal yang ingin ditanyakan.

Halaman depan sisi kiri didirikan panggung hiburan yang ‘meriah’ di setiap malam harinya, karena tentunya ada doorprize menarik yang dibagikan. Halaman depan sisi kanan difungsikan sebagai area parkir. Area parkir yang disediakan di dalam maupun di sekitar gedung sangat memadai meskipun ramai. Parkir tidak dipungut biaya sama sekali dan tidak perlu khawatir karena dijaga oleh pihak keamanan dan kepolisian.

Memasuki area expo kita disambut 2 spanduk selamat datang di Pekan Raya Kutim Expo 2018. Diikuti stan beberapa perusahaan besar di Kutim yang berjajar di luar gedung, sebelum pintu masuk utama. Masuk dari pintu utama lantai 1, kemudian berjalan ke arah kiri akan kita temui deretan stan salah satunya adalah stan Badan Kepegawaian. Di stan ini pengunjung dapat menanyakan terkait penerimaan CPNS yang sampai saat ini masih berlangsung –pendaftaran ditutup 15 Oktober 2018--.


KPU Kutai Timur juga ikut menyemarakkan expo ini. KPU membuka layanan kepada masyarakat untuk mengecek namanya dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT Pemilu 2019). Untuk melakukan pengecekan warga harus membawa KTP elektroniknya. Selain itu bagi warga yang belum tercatat sebagai DPT dapat mendaftarkan diri dengan membawa KTP elektronik dan Kartu Keluarga.2


View lantai 1

Naik ke lantai 2, akan terlihat keramaian lantai 1 dari atas. Di lantai 2 ini hanya ada beberapa stan saja yakni stan UMKM yang menjajakan produk-produknya. Turun lagi menuju halaman belakang gedung di sini ada area bermain anak-anak dan  food court. Yang paling menarik bagi saya adalah permainan pancing botol, saya sempat berhenti dan melihat-lihat orang yang bermain di stan ini. Sekali main dikenakan Rp 5000 dan ada paket yakni Rp 20.000 untuk 5 kali main. Alat pancing, kailnya dipasang semacam karet agak tebal, yang digunakan untuk memancing botol (teh botol kaca). Goalnya adalah botol tersebut berdiri. Dengan syarat dan ketentuan berlaku pemenang berhak mendapatkan handphone android bebas pilih. Yang saya lihat gagal semua. 😁

Sebagai warga Kutai Timur saya berharap terselenggaranya Pekan Raya Kutim Expo 2018 menjadikan wahana pemersatu, utamanya warga Kutai Timur. Menjadi wadah bagi pemerintah untuk semakin dekat dengan rakyat, dan bertanggung jawab dalam mengemban tugasnya. Juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, sehingga dapat menghargai dan mendukung jerih payah yang baik dari pemerintah.

Jangan lupa jaga kebersihan.




Continue reading PEKAN RAYA KUTAI TIMUR EXPO 2018

Wednesday, October 3, 2018

Mau daftar CPNS, Begini Caranya


Assalamualaikum
Salam semangat untuk teman-teman semua dimanapun berada.

Web SSCN sudah dibuka pekan lalu, 26 September 2018. Kali ini saya mau sharing tentang pendaftaran CPNS 2018. Kebetulan saya mendaftar di Kementerian Agama.

Secara umum tata cara pendaftaran bisa kalian cermati alur pendaftaran berikut.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengakses https://sscn.bkn.go.id pastikan koneksi internet kalian bagus dan stabil. Di laman menu kita akan diberikan beberapa pilihan di antaranya alur, pencarian lowongan, registrasi, helpdesk, FAQ, dan juga log in. Untuk melakukan registrasi sebaiknya terlebih dahulu membaca alur dengan teliti. Jika sudah memantapkan diri untuk mendaftar teman-teman bisa klik menu registrasi nantinya akan diminta untuk mengisi NIK dan No KK, atau NIK dan NIK Kepala Keluarga. Biasanya dibagian ini teman-teman akan mendapatkan kendala untuk masuk karena NIK dan No KK tidak sesuai (ini juga saya alami), akan tetapi saya tetap bisa masuk dengan menggunakan NIK dan NIK Kepala Keluarga. Kemudian mengisikan email aktif, pasword akun dan pertanyaan keamanan (hampir sama ketika kita membuat akun social media). Langkah berikutnya adalah kita mengunggah foto berlatar belakang merah (rasio 3:4, minimal 120kb dan maksimal 200kb) dengan format jpg atau jpeg. Terakhir download kartu informasi akun dan cetak untuk melakukan swafoto. Selesai di tahap ini maka berarti teman-teman sudah memiliki akun untuk dapat mendaftar CPNS di instansi yang diinginkan. Berikut tampilan kartu informasi akunnya.

Setelah selesai cetak kartu teman-teman bisa lanjut log in. Akan ada 4 tahapan. Tahap pertama swafoto, tahap kedua mengisi biodata, tahap ketiga memilih instansi dan formasi, tahap ke empat unggah dokumen. Dan terakhir ada menu resume untuk melihat data, memastikan bahwa semuanya benar untuk kemudian mencentang kolom akhiri pendaftaran.
Tahap Pertama (Unggah Swafoto)

Di laman ini sudah diberikan contoh swafoto yang benar, jadi tinggal diikuti saja. Untuk ukurannya masih sama (rasio 3:4, minimal 120kb dan maksimal 200kb) dengan format jpg atau jpeg, bedanya  swafoto ini lanscape. Setelah diunggah dan berhasil klik menu selanjutnya.
Tahap Kedua (Biodata)
Pada tahap kedua ini sebisa mungkin, seteliti mungkin. Informasi biodata yang diperlukan diantaranya, nama sesuai ijazah(diisi)-nama sesuai KTP (otomatis), tempat hahir sesuai ijazah(akan muncul pilihan otomatis)-tempat lahir sesuai KTP (otomatis), tanggal lahir sesuai ijazah(akan muncul pilihan kalender)-tanggal lahir sesuai KTP (otomatis), email (otomatis, karena sudah ada sewaktu pertama membuat akun), alamat sesuai KTP (otomatis), Jenis Kelamin (akan muncul pilihan silahkan pilih salah satu yang sesuai).

Di tahapan ini alamat KTP saya ternyata masih alamat KTP lama, padahal saya sudah mengurus KTP dan KK di bulan Juli lalu dan sampai oktober ini belum disinkronkan. Harapan saya pribadi untuk pelayanan publik (khususnya dinas dukcapil) seperti ini sebaiknya disegerakan sehingga tidak ada penumpukan masalah yang berarti jika suatu hari ada momen-momen penting yang membutuhkan informasi terkait KK dan KTP seperti misalnya CPNS ini. Saya sempat mengurus masalah ini ke dinas dukcapil setempat dan ternyata di hari itu jaringannya sedang bermasalah (ungkap salah satu petugas di sana) dan akan diupayakan sesegera mungkin, baiklah. Dan alhasil ternyata meskipun sudah dirubah -karena pertama kali saya login memang menggunakan NIK dan NIK Kepala Keluarga yang saya nggak tahu kalau ternyata itu alamatnya masih alamat lama- data di SSCN tidak berubah. Fine. Selesai isian di tahap dua akan ada captcha yang harus diisi sebelum klik menu selanjutnya.
Tahap Ketiga (Instansi dan Formasi)
Tahap ketiga yakni pemilihan instansi dan juga formasi, untuk instansi Kementerian Agama pada tanggal 26 belum muncul, kemungkinan masih dalam proses verivikasi oleh BKN dan SSCN. Saya pribadi baru memilih di tanggal 29 September. Jika teman-teman salah memilih instansi terkait atau mau mengganti pilihan bisa klik pada opsi ulang. Selanjutnya memilih Pendidikan, Jabatan dan Lokasi Formasi yang sesuai. Kemudian juga mengisikan IPK, sesuai dengan transkrip, Tanggal/Tahun Ijazah, dan Nomor Ijazah. Selain itu ada juga terkait akreditasi Prodi dan Akreditasi Kampus. Isikan captcha yang sesuai kemudian klik menu selanjutnya.


Tahap Keempat (Unggah Dokumen)
Tahap keempat yaitu pengunggahan dokumen, pada laman tahap ini akan muncul beberapa persyaratan dari instansi terkait berupa scan dokumen, biadanya untuk format pdf maksimal 700 kb dan untuk format jpg/jpeg maksimal 200 kb. Kementrian Agama hanya mensyaratkan unggahan dokumen berupa scan KTP dan foto (sudah otomatis ada karena di awal sudah diunggah).

Selesai
Terakhir teman-teman bisa klik Resume untuk memastikan semua data benar. Jika sudah yakin benar maka langkah terakhir adalah klik cetang pada kolom akhiri pendaftaran, untuk mendapatkan Kartu Pendaftaran. Tampilannya akan seperti berikut ini.

Jika sudah selesai jangan lupa untuk mengirimkan berkas sesuai yang diminta oleh instansi (masing-masing instansi mungkin berbeda), terus berdoa dan berusaha. Jalani hari dengan baik, makan teratur, biar kuat menghadapi kenyataan apapun yang terjadi. Selamat berjuang. Semoga bermanfaat.

Continue reading Mau daftar CPNS, Begini Caranya

Wednesday, September 5, 2018

17-AN


Bulan Agustus tahun ini meriah sekali. Tiga even besar sekaligus dalam 1 bulan, bahkan hampir berbarengan; HUT RI, Asian Games, juga Hari Raya Idul Adha. Apalagi, semuanya adalah yang pertama bagi saya di Sangatta.

Perayaan kemerdekaan RI di sini tentunya ditandai dengan panen raya penjual bendera musiman di pinggir jalan. Tanggal 16 malam, tirakatan dan doa-doa, banyak diselenggarakan di masjid sekitar. Tanggal 17 tentunya show time bagi paskibra-paskibra juga tim paduan suara yang sudah persiapan berhari-hari (berbulan-bulan). Selain upacara bendera, banyak sekali perlombaan, panggung hiburan, juga bentuk selebrasi lainnya. Sampai Agustus mau berlalu pun rasa-rasanya masih terasa sekali perayaan ini. Ditambah lagi kisah heroik dari para pejuang kemerdekaan, kisah perjuangan para paskibra, kisah viral seputar HUT RI, hingga kisah pengisi kemerdekaan yang sarat dengan motivati kemudian diangkat di berbagai media.

Dulu waktu kecil yang paling saya suka dari perayaaan HUT RI adalah pawai tujuhbelas-an, es dan mie ayam. J rasanya saya benar-berar merdeka waktu itu hahahha Yes, karena biasanya kalau ke sekolah  atau hari biasa jarang banget jajan (kecuali lagi dikasih uang eyang), jadi es dan mie ayam rasanya sangat spesial, sangat nikmat. Kuah kaldu yang kental ditambah saos sambal, kecap, masih berasap, trus dicampur sampai rata, uuhhh enakk warbiasahh...plus es cendol manis dingin, M E R D E K A.

Ibu, kakak saya dan saya, kami bertiga hanya jajan setelah pulang nonton pawai, jadi nggak ada nonton pawai sambil makan cilok. Dulu saya tersiksa. No saku no jajan, udah tas bawa buku berat, masih tambah bekal nasi. Udah gitu kemana-mana kalo ngga jalan ya nyepeda, boro-boro dianter naik motor, naik angkot aja ngga pernah. Sering banget ngiri ke temen yang tiap istirahat jajan, udah gitu antar jemput, dia enak banget yaa...

Setelah saya ngerasain kerja, ngerasain dapet gaji saya mulai sadar kalau uang yang kita dapatkan dengan kerja keras sayang banget buat dibelanjain, apalagi sekedar nurutin lidah yang sebenarnya bakal lebih kenyang dan lebih sehat masakan rumah. Pantas saja bapak saya jarang ngasih uang jajan. Karena memang keperluan jajan masih bisa dipenuhi dengan sekotak bekal nasi. Saya sangat menghargai apa yang bapak tanamkan pada saya sejak kecil, walaupun saya yakin itu terpaksa karena keadaan, kalau bapak saya kaya mungkin akan beda cerita, hehehe. Ya, dan mulai menarik intinya, kalau saya dapatkan sesuatu, sudah seharusnya menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat, minimal untuk diri saya sendiri.

Even selanjutnya, ini dia, Asian Games Jakarta-Palembang, opening ceremony-nya keren banget, walaupun saya cuma lihat di tv tapi kekaguman saya tetap sama dengan yang nonton langsung. Hampir-hampir nangis karena terharu atas kerja keras semua kru yang terlibat di penyelenggaraan opening ceremony ini. K e r e n. Terlepas dari semua komentar netizen saya sendiri sebagai warga Indonesia turut berbangga atas kesuksesan penyelenggaraan even ini dan mendoakan semoga even ini membawa dampak bagi Indonesia di mata Asia dan juga dunia, baik perekonomian, pariwisata dan lainnya.

Continue reading 17-AN

Friday, August 10, 2018

DIET TAPI KENYANG


DIET TAPI KENYANG

Kalau mau happy, mulailah dengan tersenyum dan bersyukur. Lalu pikirkan hal yang sederhana saja. Katakan, “Terimakasih Tuhan, buat hidup yang sempurna.” –Dewi Huges–

Buku ini saya beli online. Awalnya karena suami saya mulai mengeluhkan –ketat– celana jeans yang dia pakai dan waktu itu sedang viral Dewi Huges yang berhasil menurutkan berat badan dengan #dietkenyang-nya, dan beliau mengeluarkan beberapa buku terkait dengan #dietkenyang. Jadi rasanya momennya tepat buat beli buku #diet kenyang. Buku yang saya beli adalah buku kedua yaitu Hypnotic Diary #DietKenyang, terbitan Grasindo, 2018.

Begitu paket datang, segera saya buka dan Alhamdulillah memuaskan. Hard cover dengan dominan warna primer –kuning dan merah– eye catching sekali. Ukuran HC 14 cm x 21 cm. Untuk bagian isi saya rasa ini hvs, ukurannya 13,5 cm x 20 cm, warna putih untuk sisi kiri dan babyblue di sisi kanan. Layout buku ini sangat menarik, benar-benar dibuat layaknya buku diary, dengan permainan font yang unik dan pengaturan paragraf yang rata kiri (align text left). Ada hiasan leaf pattern  di bagian Terima Kasih, foreword, dan contents, juga beberapa vektor bunga pada quotes di buku ini. Lukisan bunga juga menghiasi 2 hamanan yang menjadi pembatas tahun ke tahun. Benar-benar mirip diary, dalam buku ini ditempel foto-foto Dewi Huges dan tentunya foto dari makanan dengan resep tercantum. Ada juga line vector –di halaman xii dan 163–  yang saya rasa ini wajah Dewi Huges 😁hehhe.

Dari awal buku ini penulis menceritakan dengan apik bagaimana buruknya kondisi yang ia alami dengan badan gemuk, menyedihkan dipandang sebelah mata dan dianggap tidak berguna. Ditambah lagi pada halaman selanjutnya tentang relationshipnya yang berakhir kegagalan.

Kenyataan pahit di awal inilah yang membuat part –perubahan pemikiran penulis yang akhirnya memilih untuk mengkonsumsi real food dan memulai untuk hidup sehat– menjadi sangat menarik untuk dibaca.

Bahasanya yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimatnya mengandung motivasi, menceritakan banyak hal, strategi, hal positif, juga nikmatnya bersyukur atas anugerah kesehatan dari Allah SWT, membuat buku ini sangat layak dibaca kalangan milenial sekarang ini yang lebih memilih sesuatu yang praktis termasuk dalam hal makanan.

Hingga hampir separuh dari buku ini banyak hal-hal baik yang telah disampaikan penulis yang bahkan tidak hanya untuk diet saja, akan tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya hidup dengan pikiran yang lebih positif, menghargai sesuatu dan masih banyak lagi.

Buku ini adalah paket komplit bagi teman-teman pembaca yang mau memulai hidup sehat –diet– karena di dalamnya penulis membagikan kurang lebih ada 27 resep termasuk aneka sambal. Hal ini tentu sangat membantu dalam menentukan menu makanan yang akan dikonsumsi saban harinya.

Buku setebal 164 halaman ini di dalamnya juga dituliskan berbagai kasus dari klien penulis (penulis adalah hypnoterapis) yang datang dari berbagai latar belakang. Kelebihan dari penulis salah satunya adalah ia menceritakan kisah-kisah klien dalam hipnoterapinya dengan apik. Sehingga saya sebagai pembaca seakan dibawa dalam kondisi ikut dalam suasana workshop dan atau menjadi bagian dari perbincangan apa yang dilakukan oleh penulis dengan klien tersebut.

Banyak sekali pelajaran berharga yang dapat diambil dari kisah dalam buku ini. Tentang keikhlasan, kebahagiaan, ketulusan, cara kita melihat pada diri sendiri, cara menghargai hidup, dan juga kasih sayang Tuhan. Buku ini luar biasa. Diary banget, menginspirasi banget.

Hanya ada dua catatan kecil untuk buku ini, pertama adalah pada bagian contens Terima Kasih ini tertulis Thanks to, berbeda penggunaan bahasa untuk judul di halaman v tersebut. Kedua untuk halaman 136 adalah inkonsisten jarak antar paragraf, yakni paragraf pertama dan kedua.

Semoga bermanfaat. 😊
Salam




Continue reading DIET TAPI KENYANG

Monday, July 23, 2018

ALA'MAK

Assalamualaikum...

Tinggal di Sangatta selama 8 bulan lebih, bagi saya pengalaman yang sangat menyenangkan. Apalagi tinggal serumah berdua dengan suami 😍kalian yang pengantin baru atau calon pengantin baru pasti pengen juga tinggal berdua saja dengan suami/istri masing-masing, jangan punya orang hahahπŸ˜…πŸ˜†.

Saya tinggal di sebuah rumah kontrakan di daerah Sangatta Utara. Kota Sangatta ini menurut keterangan dari Tribun Kaltim merupakan wilayah yang berpotensi untuk menjadi kota modern. Memang di daerah yang saya tinggali saat ini semua fasilitas umum ada dan cukup dekat. Misalnya saja atm, bank, rumah sakit, minimarket, pasar, kantor polisi, kantor dinas pemerintahan, sekolahan dari TB-universitas dan lainnya. Apotik, tempat fotokopian, jasa ekspedisi, toko buku, kafe-kafe kekinian, butik, salon, tempat karaoke, hotel, tempat pijat, semua ada. Rumah makan pun menjamur dengan berbagai tawaran menunya di sepanjang jalan utama kota ini. Bahkan, ada ayam goreng kenamaan yang di rumah tinggal saya dulu nggak ada, di sini ada. Dan itu yang saya suka πŸ˜…πŸ˜…. Menyenangkan bukan tinggal di Sangatta?

Ada satu hal yang membuat saya gemas sekali, bukan suami saya ya. Tapi ini tentang satu kebiasaan yang emak-emak lakukan (emak dengan berapapun anak) ketika berbelanja di ----mart. Sering banget, hampir tiap kesana pasti ada emak yang begitu. Adalah hal biasa ya ketika belanja penginnya dilayani dengan cepat. Salah satu trik yang dipakai oleh emak itu ketika belanja.


  1. Belanja tanpa memakai keranjang belanja meskipun barang yang diambil banyak, minyak 3 liter, susu berkaleng-kaleng, deterjen, gula pasir, ini itu dan lainnya
  2. Barang yang sudah diambil langsung diletakkan di meja kasir, jadi seolah-olah jadi yang pertama antri padahal kegiatan ambil-kembalikan barang belanjaan masih berlangsung
  3. Kalau ada yang mau dateng ke kasir cepat-cepat langsung ke kasir dengan menanyakan promo produk tertentu
  4. Kalau oke, cuuuuuuuuuuss lagi ambil barang promo lalu biarkan pembeli lain nungguin, sampai kapanpun.πŸ˜“



My God, aaaargghhhh yang terakhir ini yang paling ngeselin, tapi ya gimana lagi, banyak-banyak bersabar aja. Toh enggak semua emak begini, untungnya. Cmiiw ya, mungkin juga emak ngga tau kalau di situ ada keranjang belanjaan. Atau mungkin hanya saya aja yang merasa gemas, -yang lain biasa aja.

Peringatan: Tips ini tidak diperkenankan untuk dicoba bagi barang siapa yang menjungjung tinggi sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab ya....Semoga bisa diambil hikmahnya. Salam.

*Gambar diambil dari graphico.in
Continue reading ALA'MAK

Friday, June 8, 2018

MENYOROTI "STORY" MASA LALU


Assalamualaikum warahmatullah

Saya perindu masa lalu. Instagram saya kebanyakan isinya tentang masa lalu. Iya, buku-buku yang sudah saya layout, atau sesuatu yang sudah saya lalu-i. Kemarin saya mau bikin sorotan (highlight) biar teman-teman yang mau lihat masa lalu (hasil layout) saya bisa langsung klik aja di situ, ngga perlu scroll-scroll lagi. Tapi masa-lah-nya akun instagram saya ini nggak bisa muncul (+) di bawah bio untuk bikin sorotan seperti yang saya inginkan. Begini tampilannya.

Kecewa ya kan, karena itu akhirnya saya coba buka youtube dan minta bantuan google, dan ketemulah berbagai tips and tricks, but not work for my instagram account. Vidio yang saya tonton di youtube kontennya ngga jauh beda sama artikel dari google. Kurang lebihnya teman-teman bisa melihatnya di sini. Pertama, teman-teman harus masuk ke profile (gambar icon orang/lingkaran dengan foto profil di pojok kanan bawah tampilan instagran). Kedua, tekan tombol (+) di bawah keterangan nama akun dan bio untuk membuat sorotan. Setelah menekan tombol (+) ini nanti akan muncul arsip cerita yang ada di akun teman-teman. Ketiga, pilih arsip cerita yang akan teman-teman jadikan sorotan dengan mengetuk lingkaran kecil di pojok kanan bawah setiap arsip story. Keempat, klik Next atau Selanjutnya di pojok kanan atas. Kelima, ketik judul sorotan, edit cover untuk mengubah cover sorotan (jika diinginkan). Terakhir, klik Add dan selesai deh. Tutorial ini cocok buat teman-teman yang di akunnya bisa langsung muncul (+) nya seperti tampilan akun instagram ini.

Tapi untuk yang tampilan instagramnya seperti punya saya, tutorial ini ngga bisa dipraktikin.

Tutorial ke-2 saya baca di sinikalau teman-teman sudah memiliki story, tutorial ini bisa dipakai. Ketuk story yang sudah dibuat. Di bagian bawah cerita akan ada 3 opsi seperti ini ya (bagikan, sorot, lainnya). 

Nah tinggal klik Sorot dan selanjutnya mengikuti langkah yang hampir sama dengan tutorial pertama. 

Dengan semangat dan riang gembira saya coba tutorial yang ke dua ini, tapi ternyata di akun saya nggak muncul juga 3 opsi tadi. Cuma muncul satu aja yang paling terakhir yaitu tombol dengan 3 buah titik (ngga ada gambar karena ngga saya sreenshoot). Tutorial kedua ini juga ngga bisa saya praktikkan. Karena cara ini ngga bisa akhirnya saya berhenti mencari tutorial dan berpikir sejenak. Dan keinget langkah ke-3 tutorial pertama tadi, pilih arsip cerita yang akan dijadikan sorotan. Akhirnya saya klik arsip, dan mengubah mode penyimpanan arsip yang semula off saya on kan dengan harapan setelah 24 jam story ini akan masuk ke arsip dan bisa dibikin sorotan. Pada saat saya klik arsip, di pojok kanan atas ada tombol dengan 3 buah titik yang ketika saya klik muncul tulisan Buat Sorotan, tetapi ngga bisa diapa-apain karena memang belum ada arsip story-nya.

24 hours letter...

Setelah story sudah tidak muncul lagi saya coba klik arsip, tenyata, jeng jeeeenggg. Nggak ada juga tuh. Huaaaaaaa😭 Saya berpikir kenapa story-nya ngga kearsip padahal mode savingnya udah dirubah. Apakah ini karena mode profil bisnis saya on? Akhirnya saya kembalikan ke mode profil pribadi. Nothing changed. Sama aja.

Beberapa saat kemudian saya lihat akun suami saya yang bisa bikin sorotan, dia membagikannya ke teman dekat. Pada saat teman-teman bikin story sebelum di post pasti ada pilihan bagikan Cerita atau Teman Dekat. Nah, dengan semangat dan riang gembira saya coba-lah cara ini berharap bisa bikin story πŸ˜„. Saya bikin story saya bagikan hanya ke Teman Dekat padahal daftar teman dekat saya ngga ada. Jadi saya bikin story sebanyak apa juga nggak bakal ada yang lihat πŸ˜….

Yess, i did it.

Sekarang masalahnya adalah ngga ada seorangpun yang bisa lihat sorotan ini karna dibagikannya ke teman dekat yang actually itu ngga ada list nya. Dan secara tidak sengaja teman-teman ada 1 diantara puluhan story yang saya buat waktu itu yang kepencet bagikannya ke Cerita bukan ke Teman Dekat. Dan ternyata di story itu (ngga tau gimana) muncul 3 opsi seperti pada tutorial yang ke-2.

Akhirnya saya bikin story lagi tapi kali ini ngga saya bagikan ke teman dekat, dan saya bisa bikin sorotan seperti yang saya inginkan. Saya ngga tau ya ini kebetulan, atau memang caranya begini, tapi buat teman-teman yang mengalami hal yang sama, mungkin cara ini bisa dicoba. Bikin story yang dibagikan ke teman dekat lalu bikin story yang dibagikan ke cerita. Cek aja nanti apakah ada tombol sorot di pojok bawahnya atau ngga. Saya ngga menjamin berhasil yaaa 😁 O iya kalau teman-teman masih belum bisa, coba untuk laporkan masalah ke instagram melalui Akun-Setting-Laporkan Masalah. Menurut informasi yang saya dapat instagram mungkin tidak membalas laporan teman-teman tetapi langsung memperbaikinya dan butuh waktu beberapa bulan. Jadi harap sabar, ini ujian.

Semoga true story ini bermanfaat buat yang membutuhkan dan yang membaca.
Wassalam.  




Continue reading MENYOROTI "STORY" MASA LALU

Wednesday, January 31, 2018

Bosan Jadi Istri

Tiga bulan melewati adaptasi dengan kompor, panci, dan bangun pagi, saya merasa tak ada yang kurang kecuali kerjaan. Hahaha, right, kurang-kerjaan. 

Hidup saya sama kayak orang kebanyakan. Kebanyakan ngeluh, sampe akhirnya mantan ngerasa bosan dan mutusin saya (mungkin). Kebanyakan baper, sampe semua cowok yang nembak ditolakin karna takut apa yang sudah terjadi akan terulang kembali. Kebanyakan mikir, sampe lulus kuliahnya terpaksa ambil periode 2, kebanyakan mikirin revisi tapi nggak direvisi-revisi, kebanyakan mikirin gimana ini gimana itu dan no action.

Hidup saya juga sama kayak orang lain, yang nikah. Sama kayak ibu-ibu rumah tangga lain. Bangun pagi, nyiapin sarapan, cuci baju, cuci piring, ngepel, belanja, nonton tv, masak, bersihin teras yang kadang dipakai berak sama ayam tetangga (ughft), nunggu suami pulang kerja, beberes, rapi-rapi dan lainnya yang belum saya sebutin. Day by day. Ini pertama kalinya dalam hidup ngerjain hal yang biasanya dikerjain sama ibu saya. Pantas saja kadang emosi seorang istri itu tak terkendali, dan bagi saya sendiri, sekali lagi saya merasa tak ada yang kurang kecuali kerjaan. Bayangin aja  Day by day itu yang dikerjain, sebenarnya hal ini berlaku sama pada suami saya, sang pencari nafkah. 

Bagian dari hal yang membuat saya senang adalah ada teman-teman yang masih percayakan naskah untuk saya kerjakan selepas resign dari kerjaan sebagai layouter dan proofreader. Ini mengurangi kekurangan saya, ya kurang-kerjaan. Bagian lain dari hal yang membuat saya senang, sang pencari nafkah kadang juga cari muka di hadapan saya. Entah mungkin dia sangat peduli pada saya, atau rindu akan kata “kamu baik banget sih, makasih sayang” atau dia mencoba hal baru untuk sekedar menghilangkan bosan yang kadang muncul tiba-tiba itu. Cuci piring.

Apapun yang kita jalani setelah berumah tangga akan sangat berbeda dari sebelumnya. Kadang, sang pencari nafkah bosan kadang kita bosan. Apapun penyebabnya, syukuri saja dengan mengingat kenapa kita lakukan kebosanan itu--sebelum muncul keberanian lain untuk mengakhiri kebosanan. Yang pasti, pilih jalan yang benar untuk mengakhiri kebosanan. Refreshing, misalnya.


Continue reading Bosan Jadi Istri